logo

Vokasi

Politeknik ATK Mewisuda Lulusan Program Internasional

Politeknik ATK Mewisuda Lulusan Program Internasional
Tangkapan layar prosesi wisuda lulusan Program Internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) Politeknik ATK Yogyakarta, yang berlangsung secara online pada Jumat (23/1/2026). Program internasional ini merupakan program kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta, Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban asal Tiongkok yaitu Sailun Group. Keberhasilan ini menjadi catatan baru dari Kemenperin dalam pengembangan SDM industri nasional. (EDUWARA/Dok. Politeknik ATK Yogyakarta)
Setyono, Vokasi26 Januari, 2026 02:02 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Bekerja sama dengan Qingdao Technical College (QTC) Tiongkok, Politeknik Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta berhasil meluluskan sejumlah mahasiswanya dalam program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group). 

Keberhasilan ini menjadi catatan baru dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri nasional. Angkatan pertama program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) ini telah menjalani prosesi wisuda yang berlangsung secara online pada Jumat (23/1/2026).

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menjelaskan program internasional ini merupakan program kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta, Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban asal Tiongkok yaitu Sailun Group.

"Wisuda ini merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok. Kemitraan Politeknik ATK Yogyakarta, Kemenperin, QTC, dan Sailun Group dan membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bekerja sama melintasi batas negara," kata Wulan, dikutip pada Minggu (25/1/2026).

Kesenjangan

Wulan melanjutkan, program ini dinilai berhasil menjembatani kesenjangan (bridging the gap) antara teori di kampus dan praktik nyata di lantai pabrik (factory floor). Dengan mendekatkan kampus ke industri, kolaborasi ini diharapkan mampu membangun pemimpin masa depan yang unggul untuk industri karet dan ban di Indonesia.

“Para wisudawan ini disebut sebagai ‘pionir’ yang memiliki ketangguhan (resilience) karena berhasil beradaptasi dengan budaya baru, bahasa asing, dan teknologi manufaktur canggih selama beberapa bulan di Tiongkok,” jelasnya.

Lebih dari sekadar lulus, para mahasiswa ini dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan secara khusus kepada para lulusan, saat kembali ke Indonesia dan memulai karier di Sailun Manufacturing, mereka harus menunjukkan kualitas SDM Indonesia.

Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk melanjutkan dan memperluas program ini, serta bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral.

Read Next