logo

Kampus

Prodi Sastra Daerah UNS Kantongi Akreditasi Internasional

Prodi Sastra Daerah UNS Kantongi Akreditasi Internasional
Mahasiswa Prodi Sstra Daerah UNS Solo Maulina Tiara Dewi (tengah) saat mengikuti proses akreditasi internasional Prodi Sastra Daerah UNS Solo. (Istimewa)
M. Diky Praditia, Kampus05 April, 2022 12:50 WIB

Eduwara.com, SOLO – Program Studi (Prodi) Sastra Daerah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo yang baru saja meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Busness Administration Accreditstion (FIBAA). 

Kepala Prodi Sastra Daerah UNS Solo Supana menyampaikan, sebelum mendapatkan akreditasi internasional FIBAA, Prodi Sastra Daerah UNS sudah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2016 lalu.

“Baru per Maret 2022 Prodi Sastra Daerah UNS resmi berakreditasi internasional dari FIBAA yang berkedudukan di Jerman. Akreditasi ini berlaku selama lima tahun,” kata Supana saat ditemui di kantor Prodi Sastra Daerah UNS Solo, baru-baru ini. 

Menurut Supana proses untuk mendapatkan akreditasi internasional ini butuh proses yang sangat panjang. Tidak bisa serta-merta didapatkan begitu saja. Terdapat beberapa aspek penilaian yang harus disiapkan dan ditempuh oleh Prodi Sastra Daerah.

“Di antaranya ada penilaian aspek infrastruktur, visi misi, profil, tenaga pengajar, kurikulum, mahasiswa, bahkan alumni. Kami laporkan hal tersebut kepada asesor sebagai self evalution report,” ujar Supana.

Setelah menyampaikan laporan, badan akreditasi internasional FIBAA mengadakan visitasi. Kunjungan atau visitasi FIBAA dilakukan secara daring selama tiga hari melalui Zoom Meeting karena masih terkendala pandemi Covid-19.

Proses visitasi dilakukan dengan cara mewawancarai semua stakeholder Prodi Sastra Daerah UNS, mulai dari Rektor UNS, Dekan, dosen, mahasiswa, alumni, hingga tenaga kependidikan lainnya.

Salah satu mahasiswa Prodi Sastra Daerah yang mengikuti proses akreditasi internasional ini Maulina Tiara Dewi mengatakan, saat proses visitasi ia banyak diwawancarai terkait kurikulum yang diterapkan di Prodi Sastra Daerah.

“Mereka (asesor FIBAA) menanyakan apakah kurikulum di Prodi Sastra Daerah ini sudah berkesinambungan. Kemudian apakah ada ilmu multidisiplin yang diajarkan. Mereka juga menyinggung soal proses pembelajaran selama pandemi, apakah berjalan baik atau tidak,” tutur Tiara saat dihubungi Eduwara via aplikasi percakapan WhatsApp, Selasa (5/4/2022).

Selain itu, lanjut Tiara, asesor juga menilai tentang kehidupan dan fasilitas mahasiswa Sastra Daerah di lingkungan kampus. Misalnya, apakah ada ruang untuk mengadu ketika mahasiswa mengalami diskriminasi atau merasakan gangguan psikologi seperti depresi. Kemudian bagaimana sikap mahasiswa ketika mendapatkan nilai ujian yang buruk atau tidak lolos.

“Prospek kerja setelah lulus juga sempat ditanyakan oleh asesor. Terus kendala ketika pembelajaran bagaimana. Apakah ada praktik, diskusi, analisis kasus, dan lainnya,” terang mahasiswa yang sedang sibuk meneliti naskah kuno Jawa untuk skripsinya.

Tiara berharap dengan akreditasi internasional ini, Prodi Sastra Daerah semakin maju dan berkembang. Bisa meningkatkan segala hal yang menunjang proses belajar mengajar, termasuk sarana dan prasarananya.

Ia juga berharap mahasiswa Prodi Sastra Daerah dapat bersaing di kancah internasional. “Semoga mahasiswa Sasda UNS juga bisa mendapatkan nilai plus dibanding prodi sastra daerah lain yang belum mendapatkan akreditasi internasional,” pungkas Tiara.

Read Next