
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Perguruan tinggi swasta (PTS) tidak semestinya dipandang sebagai pilihan kelas kedua dalam pendidikan tinggi. Status negeri atau swasta bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas perguruan tinggi. Mutu pendidikan, capaian akademik, serta kemampuan memenuhi standar nasional dan global justru menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing dan kepercayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat Masa Ta’aruf (Mataf) kepada 5.021 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Haedar meminta mahasiswa baru UMY tidak minder karena menempuh pendidikan di PTS. Menurutnya, capaian sebuah perguruan tinggi harus dilihat dari kualitas dan standar yang berhasil diraih, bukan semata-mata status kelembagaannya.
“Jangan pernah merasa bahwa kuliah di perguruan tinggi swasta berarti berada di kasta kedua. Sekarang eranya kualitas dan standar nasional maupun global. UMY berada dalam peringkat yang baik, bahkan terbaik. Karena itu, kalian harus membangun rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap almamater tercinta ini,” ujar Haedar, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurut Haedar, perkembangan UMY menunjukkan bahwa PTS memiliki peluang besar untuk membangun kualitas sekaligus memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut tercermin dari capaian UMY dalam sejumlah pemeringkatan internasional.
Pada QS World University Rankings 2027, UMY menempati posisi ke-14 secara nasional dan menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang masuk dalam pemeringkatan tersebut. Sementara dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, UMY berada pada kelompok peringkat 1501+ dunia dan peringkat ke-9 di Indonesia. Indikator International Outlook dan Research Quality menjadi dua aspek yang menonjol dalam capaian tersebut.
Haedar menilai capaian tersebut dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri sekaligus kebanggaan terhadap almamater. Terlebih, mahasiswa UMY merupakan bagian dari ekosistem pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang luas.
Beasiswa
Haedar menambahkan saat ini terdapat 163 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan sekitar 700 ribu mahasiswa. Lingkungan pendidikan tersebut, lanjutnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh dalam tradisi pendidikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern dan berkemajuan.
Namun, Haedar mengingatkan mahasiswa agar masa perkuliahan tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi akademik. Perguruan tinggi juga menjadi ruang untuk menempa kemampuan, membangun karakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan keahlian sesuai minat masing-masing.
“Rawat, jaga, pelihara, dan tumbuhkan terus semangat untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi. Tempalah diri dengan akhlak yang mulia dan kecerdasan, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kembangkan berbagai keahlian sesuai dengan minat yang ingin kalian wujudkan,” tegasnya.
Pendidikan di UMY, lanjut Haedar, juga tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan mahasiswa yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjalani kehidupan dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan.
Karena itu, pengetahuan dan keahlian yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diarahkan untuk menghadirkan perdamaian, kemajuan, keluhuran budi, dan keadaban dalam kehidupan masyarakat.
Haedar berharap proses pendidikan di UMY mampu membentuk lulusan yang tidak hanya berhasil bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, negara, hingga kemanusiaan.
Pada sisi lain, komitmen UMY dalam membangun ekosistem pendidikan juga ditunjukkan melalui dukungan terhadap akses pendidikan bagi mahasiswa baru. Pada tahun akademik 2026/2027, UMY menyalurkan beasiswa dengan total nilai mencapai Rp 34,1 miliar.
Beasiswa tersebut diberikan melalui berbagai kategori, antara lain Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi, Beasiswa Hafidz, Beasiswa KIP, Beasiswa Talenta Atlet, Seni dan Sains, Beasiswa Qori’, Beasiswa Tapak Suci, Beasiswa Sepak Bola, Beasiswa KAUM, serta Beasiswa Mahasiswa Asing.
Sekretaris Universitas UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan kampus diarahkan untuk mendukung perkembangan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“UMY terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, baik melalui proses pembelajaran, pengembangan bakat, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan,” pungkas Bachtiar.