
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 825 mahasiswa baru Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta diajak mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya akan belajar teori di kelas. Lewat aksi Orientasi Kenal Kampus dan Kebun (OKKABUN) 2026, mahasiswa diajak ke perkebunan industri di Ungaran, Jawa Tengah.
Bertajuk ‘Kenal Kampus dan Kenal Kebun’, ajang ini untuk membekali mahasiswa baru INSTIPER dengan pemahaman mendalam mengenai sektor agroindustri perkebunan dan kehutanan.
“Ini bukan sekadar sebagai seremonial, melainkan sebuah instrumen andragogis terencana untuk mentransformasikan karakter mahasiswa dari dunia sekolah menuju dunia perguruan tinggi dan industri modern,” kata Ketua Panitia OKKABUN sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan INSTIPER, Adi Ruswanto, dikutip Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini dijalankan melalui tiga fase intensif, yaitu Pra-OKKABUN, pelaksanaan OKKABUN, hingga Pasca-OKKABUN. Melalui mekanisme pembiasaan yang konsisten, mahasiswa baru dibimbing untuk menginternalisasi 8 (Delapan) Nilai Budaya INSTIPER: Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect.
Dalam pelaksanaannya, proses pembentukan karakter ini bertumpu pada empat pilar utama, yaitu fisik, mental, logical thinking, dan creativity. Berbagai agenda komprehensif telah disiapkan untuk menguji dan mengasah pilar-pilar tersebut, di antaranya pelatihan kedisiplinan, perjalanan jelajah alam sejauh 5 km dalam sustainable landscape observatorium track, serta simulasi ketangkasan malam hari melalui edutrail.
Experiential Learning
Tidak hanya ketahanan fisik dan mental, kreativitas dan inovasi mahasiswa juga diwadahi melalui ajang kompetisi ilmiah clash of agro champions serta panggung kreativitas INSTIPER talent dan gebyar talenta.
"Melalui metode pembelajaran langsung (experiential learning) di Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) Ungaran, mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya akan belajar teori di kelas,” paparnya.
Menurut Adi, dengan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman secara langsung, memudahkan mahasiswa memahami ilmu yang nantinya akan dipelajari di kuliah.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Harsawardana,mengatakan ajang ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan di industri perkebunan dan kehutanan.
Di SEAT Ungaran, para mahasiswa diperkenalkan pada praktik pengelolaan kebun yang baik, hingga pemanfaatan teknologi modern seperti drone, internet of things, interpretasi peta dalam pengelolaan hutan dan perkebunan nasional.
“Kegiatan ini juga menjadi awalan untuk menanamkan nilai-nilai INSTIPER yang meliputi Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect. Hal ini menjadi perhatian bagi kampus karena INSTIPER berkomitmen untuk mencetak SDM unggul yang berkarakter,” katanya.
OKKABUN 2026 diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan mahasiswa baru terhadap sektor perkebunan dan kehutanan sebagai pilar ekonomi nasional, sekaligus menyelaraskan sikap mereka dengan kompetensi unggul yang menjadi identitas utama lulusan INSTIPER. Rangkaian acara ini berlangsung secara interaktif dan menerapkan prinsip kebersamaan sebagai bentuk adaptasi lingkungan kampus yang positif.