
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, BOGOR -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Bumi (BPH Migas) bersama PEM Akamigas memperkuat komitmen dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan melalui kegiatan bertajuk "Downstream Talent Pipeline & Future Professionals Alignment and Commitment" di Bogor, Jumat (6/2/2026). Langkah strategis ini diambil guna menghadapi kompleksitas industri dan transformasi digital di sektor hilir migas.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menekankan bahwa transformasi SDM sangat krusial mengingat regulasi industri saat ini semakin berbasis pada risiko dan data. Menurutnya, tenaga kerja masa depan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membaca risiko secara akurat, memahami regulasi yang berlaku secara mendalam, menguasai pengolahan data, dan menjunjung tinggi aspek integritas.
Dalam pertemuan tersebut, PEM Akamigas merupakan mitra strategis utama BPH Migas dalam mencetak lulusan berkualitas tinggi. Rekam jejak institusi ini telah teruji dengan banyaknya alumni yang menduduki posisi strategis di sektor transmisi dan distribusi gas.
“Infrastruktur bisa kita bangun dalam hitungan tahun dan wajib dikelola oleh SDM yang unggul dengan memiliki pandangan yang visioner, konsisten, kolaboratif, dan andal. BPH Migas siap berjalan bersama PEM Akamigas dan seluruh badan usaha untuk menyiapkan SDM sektor migas Indonesia yang tangguh, berintegritas, dan siap masa depan,” kata Wahyudi.
Wahyudi mendorong Badan Usaha untuk memberikan akses magang yang lebih luas bagi mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat mempercepat ketersediaan tenaga ahli di berbagai level, mulai dari jabatan teknis seperti Inspektur Migas hingga level manajerial seperti Kepala Terminal dan Kilang.
Pada kesempatan tersebut, Direktur SDM PT PGN, Rachmat Hutama, memaparkan tantangan nyata yang dihadapi industri, yaitu fenomena aging workforce atau penuaan tenaga kerja yang berisiko memicu hilangnya pengetahuan kritis (knowledge loss).
Penyelarasan Kurikulum
Menurut Rachmat, dinamika industri hilir migas kini tengah menghadapi tantangan besar berupa transisi energi dan transformasi digital. PGN sebagai pengelola infrastruktur energi yang bersifat high-risk, perusahaan memerlukan transformasi SDM yang menyeluruh untuk tetap kompetitif dan andal.
“Tantangan utama dan kebutuhan kompetensi industri saat ini sedang berjuang menghadapi fenomena aging workforce yang berisiko pada hilangnya pengetahuan kritis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PGN fokus pada pemenuhan kapabilitas talenta di bidang operasional, teknologi gas, serta digitalisasi. Transformasi digital menjadi prioritas melalui integrasi sistem informasi SDM untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dan berbasis data,” kata Rachmat.
Rachmat juga menyampaikan, sebagai arah kebijakan ke depan PGN berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis melalui pendidikan. PGN berencana melakukan penyelarasan kurikulum ‘gastech’ dan menyediakan program magang bersertifikat. PGN memandang PEM Akamigas sebagai mitra strategis utama dan berencana untuk mengirimkan atau memfasilitasi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di sana guna mendapatkan kompetensi khusus yang dibutuhkan industri.
Satu penghargaan tinggi juga diungkapkan oleh Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani. Bahwa melalui kegiatan ini, PEM Akamigas berkesempatan untuk memaparkan tentang apa saja keunggulan yang dimiliki.
“Di sini, kami ingin membangun kolaborasi bersama industri hilir migas sebagai solusi dari SDM dan efisiensi operasional di industri hilir migas. Pak Wahyudi Anas yang saat ini adalah Kepala BPH Migas juga merupakan salah satu alumni terbaik kami, yang saat itu mengambil Teknologi Gas, kini tergabung dalam Program Studi Teknik Mesin Kilang,” ungkap Erdila.
Melalui sinergi antara regulator, industri, dan institusi pendidikan ini, diharapkan tercipta ekosistem yang mampu mencetak tenaga ahli yang kompeten. Upaya kolaboratif ini menjadi langkah konkret dalam memastikan keberlanjutan sektor hilir migas Indonesia di tengah tantangan transisi energi dan transformasi digital.
Hadir untuk mendukung suksesnya kegiatan ini adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Shell Indonesia, PT Landasindo Sahu Baruna Jaya, PT AKR Corporindo Tbk, PT Pertagas Niaga, PT Petro Utama Energi, PT Pertamina Gas, PT Sumber Petrindo Perkasa, PT Energasindo Heksa Karya, PT Transportasi Gas Indonesia, PT Utama Alam Energi, PT Rukun Raharja Tbk. dan beberapa perusahaan lainnya.