
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi menambah dua rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri 10 Yogyakarta untuk tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diambil guna mengatasi ketimpangan akses pendidikan di wilayah selatan kota yang selama ini minim keberadaan sekolah negeri.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Hasyim, mengungkapkan wilayah selatan, khususnya Kecamatan Umbulharjo, menjadi area blank spot karena luas wilayah yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah.
“Di utara sekolah banyak, tapi warganya relatif sedikit. Sebaliknya, di selatan warga usia sekolah melimpah, namun SMP negeri sangat terbatas. Membangun sekolah baru butuh proses panjang, maka solusinya adalah menambah daya tampung di SMPN 10,” jelas Hasyim dikutip Senin (2/3/2026).
Dengan kebijakan ini, SMPN 10 Yogyakarta yang semula memiliki tujuh rombel per jenjang akan bertambah menjadi sembilan rombel. Penambahan 64 siswa baru (32 siswa per kelas) ini bersifat permanen dan akan terus berlanjut hingga seluruh jenjang kelas (7, 8, dan 9) memiliki kapasitas yang sama.
Terkait beban kerja tenaga pendidik, Disdikpora akan mengevaluasi rasio guru. "Jika jam mengajar guru melebihi 32 jam per minggu akibat penambahan kelas ini, kami akan segera mengajukan penambahan guru agar kualitas pengajaran tidak menurun," tambahnya.
Kebijakan ini juga menjadi komitmen Pemkot Yogyakarta untuk memastikan siswa dari keluarga prasejahtera (desil 1 dan 2) serta penyandang disabilitas mendapatkan kursi di sekolah negeri.
TKA dan TKAD
Selain penambahan kapasitas, Hasyim juga menyampaikan tentang perubahan parameter pada jalur prestasi PPDB mendatang. Nilai Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) kini digantikan oleh kombinasi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari pusat untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, serta Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) dari provinsi untuk mata pelajaran IPA.
Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala SMPN 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta, menyatakan kesiapannya. Ia memastikan fasilitas gedung baru di lokasi induk sudah siap digunakan untuk menampung tambahan siswa tahun ini.
“Tahun ini, kami gunakan gedung induk yang baru selesai dibangun. Untuk tahun kedua, kami sudah menyiapkan opsi penggunaan eks gedung sekolah dasar sebagai ruang kelas tambahan,” katanya.
Edy menegaskan peningkatan kuantitas siswa tidak akan menggerus kualitas layanan pendidikan maupun pembinaan karakter. Pihak sekolah juga akan melakukan optimasi jadwal agar kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan efektif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Ini adalah bentuk respons kami atas tingginya kepercayaan masyarakat. Kami pastikan SMPN 10 tetap profesional, adaptif, dan inovatif dalam melayani siswa," tutupnya.