
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman terus memperkuat langkah kolaborasi untuk memajukan budaya literasi daerah. Melalui perencanaan pembangunan infrastruktur yang strategis, perluasan akses digital, hingga pengawasan anggaran yang ketat, Pemkab Sleman bertekad menjadikan literasi sebagai fondasi utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal itu dibahas dalam program talkshow Sleman Menjawab yang mengangkat tema 'Akses dan Informasi Masyarakat terhadap Koleksi Perpustakaan', pada Rabu (14/10/2026). Acara bincang interaktif yang diselenggarakan di Teraview, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, itu menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Sleman dan Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.
Kepala Dispersip Kabupaten Sleman, Anton Sujarwa, memaparkan eksistensi perpustakaan saat ini tidak hanya bertumpu pada kunjungan fisik di gedung utama, melainkan telah merambah ke berbagai lini layanan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, salah satunya layanan perpustakaan keliling.
"Untuk layanan menetap di gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman hingga saat ini telah dikunjungi sekitar 10.000 orang. Sementara untuk layanan perpustakaan keliling justru mencatatkan angka partisipasi yang jauh lebih tinggi karena langsung mendatangi pemustaka di lapangan dan sekolah-sekklah, dengan jumlah hampir mencapai 100.000 orang," katanya.
Menurut Anton, keberadaan perpustakaan kini tak hanya menjadi tempat untuk menyimpan buku. Akan tetapi, telah bertransformasi menjadi institusi pengelola koleksi pustaka secara profesional untuk kepentingan pendidikan, penelitian, informasi praktis, dan rekreasi.
Anton menyebut, saat ini Dispersip Sleman mengelola sebanyak 54.000 eksemplar buku cetak yang mencakup sekitar 34.000 judul. Buku-buku yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman itu mencakup berbagai kategori, mulai buku pelajaran, referensi umum, hingga karya sastra berbahasa Indonesia maupun asing.
Program DLC
Kendati demikian, pesatnya perkembangan teknologi dan kehadiran gawai masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Alih-alih bersaing ketat dengan gawai, Dispersip Sleman merangkul era digital dengan melibatkan masyarakat langsung dalam pemetaan kebutuhan buku perpustakaan.
Inovasi itu semakin diperkuat melalui program Digital Library Corner (DLC), yang memungkinkan publik mengakses ribuan bahan pustaka dan informasi secara digital hanya dengan memindai kode QR (QR Code).
"Kami saat ini sudah menempatkan barcode DLC di 46 titik strategis, seperti rumah sakit, Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM), perpustakaan, hingga rumah ibadah seperti masjid dan gereja. Melalui pojok literasi ini, masyarakat dapat mengakses buku digital serta kalender event pariwisata dan budaya dengan mudah," tambahnya.
Tak hanya itu, Pemkab Sleman juga tengah berencana membangun gedung perpustakaan daerah yang lebih representatif. Meski realisasinya masih berproses, Anton berharap fasilitas baru tersebut nantinya tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah tengah sehingga mudah dijangkau dari berbagai penjuru.
Dikatakan Anton, konsep perpustakaan ke depan tidak hanya berfokus pada penyimpanan buku secara administratif, melainkan bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui program itu, perpustakaan difungsikan sebagai ruang pelatihan praktis bagi masyarakat, semisal kelompok membaca, pelatihan bercocok tanam, hingga kelas keterampilan kuliner, agar buku yang dibaca dapat langsung diimplementasikan menjadi aksi nyata yang produktif.
"Harapan kami, keberadaan perpustakaan dan koleksi kami dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk meningkatkan literasi di Kabupaten Sleman sehingga buku benar-benar hidup dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, menegaskan kebijakan pengembangan perpustakaan dan penguatan literasi telah memiliki payung hukum yang kuat. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi pertama Bupati Sleman terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) tahunan.
"Jadi, tidak usah takut ketika mempunyai rencana bagaimana menumbuhkan literasi di Kabupaten Sleman. Karena itu sudah ada payung hukumnya dan menjadi prioritas Pak Bupati, maka itu harus dilaksanakan," ucapnya.
Di tengah kekuatan fiskal Kabupaten Sleman yang dinilai cukup baik, Ganda menyebut DPRD Kabupaten Sleman selalu memberikan dukungan penuh terhadap penganggaran sektor literasi, termasuk rencana pembangunan gedung perpustakaan yang representatif.
Indeks Literasi
Tak hanya itu, legislator juga berkomitmen mengoptimalkan fungsi pengawasan secara melekat melalui 50 anggota dewan yang turun langsung ke masyarakat. Para anggota dewan itu dikatakan melakukan pengawasan untuk memastikan agar alokasi APBD tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sebagai bentuk dukungan dan introspeksi internal, kami turut merombak ruang perpustakaan di gedung DPRD Sleman agar menjadi lebih menarik dan interaktif bagi publik," tuturnya.
Lebih lanjut, Ganda menjelaskan, kemajuan suatu wilayah salah satunya diukur dari indeks literasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, Kabupaten Sleman tercatat berada di posisi kedua nasional untuk tingkat kabupaten. Hal itu menunjukkan capaian kecerdasan masyarakat yang cukup tinggi.
Kendati demikian, pihaknya bersama jajaran eksekutif terus memastikan agar capaian tersebut merata dan dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat bawah, bukan sekadar angka statistik semata.
"Parameter wilayah maju salah satunya adalah indeks literasi. Makanya kekuatan anggaran kami dukung penuh untuk menjawab itu. Program dan anggarannya ada di dinas, sementara kami di DPRD bertugas menyetujui sekaligus memastikan pengawasannya berjalan objektif berdasarkan data dan fakta," tambahnya.
Ganda pun mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk meningkatkan budaya membaca, yakni dengan memanfaatkan seluruh fasilitas yang sudah disiapkan Pemkab Sleman di Perpustakaan Daerah.
"Semua fasilitas, anggaran yang kuat, dan koleksi buku yang banyak tidak akan berhasil sepenuhnya apabila masyarakat belum melihat bahwa membaca dan buku adalah sebuah kebutuhan. Mari kita budayakan membaca sebagai sebuah kebutuhan untuk Sleman yang lebih maju," pungkasnya.