
Bagikan:

Bagikan:
BANDUNG — NHI Travel Mart 2026 yang berlangsung pada 25 Juni 2026 berhasil menjadi wadah yang mempertemukan penyedia produk pariwisata dengan buyer dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD ASITA Jawa Barat dan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Poltekpar NHI Bandung.
Sebagai agenda rutin Prodi UPW Poltekpar NHI Bandung, penyelenggaraan acara turut melibatkan mahasiswa sebagai panitia di bawah bimbingan dosen. Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengasah kompetensi di industri pariwisata.
Wisnu Aji Nugroho, yang diangkat menjadi Dewan Penasihat Prodi UPW oleh Kaprodi UPW Poltekpar NHI Bandung, mendorong transformasi kegiatan pembelajaran di prodi tersebut. Menurut Wisnu, keterlibatan mahasiswa pada kegiatan besar seperti Travel Meet Asia (23–24 Juni 2024) dan peran sebagai panitia Travel Mart merupakan portofolio yang sangat berharga untuk mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengalaman ekosistem pariwisata sebaiknya diperoleh sejak semester awal, tanpa harus menunggu masa Praktek Kerja Lapangan (PKL) enam bulan.

Sorotan Wisnu tertuju pada skema PKL dan peluang kerja luar negeri. Ia merekomendasikan agar durasi PKL luar negeri dapat diperpanjang, misalnya satu tahun untuk mahasiswa D3 pada semester 5–6 dan mahasiswa D4 pada semester 7–8 — serta memberikan pengakuan akademik yang sesuai. Wisnu menyarankan pemanfaatan mekanisme visa magang/kerja seperti Visa J1 atau visa intern sehingga pengalaman magang di luar negeri dapat menjadi jalur langsung menuju pekerjaan di negara tempat magang. Dengan demikian, lulusan berpotensi langsung terserap menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Trampil yang memenuhi standar pasar internasional dan mendukung Program Prioritas Presiden yang dilakukan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
BACA JUGA: UAJY Dirikan Living Lab di Taman Gajah Wong Yogyakarta
Andi Rene Rohadian Pengurus Ikatan Alumni NHI Bandung Bidang 3 Divisi Legislasi, Luar Negeri dan Diaspora menyambut baik usulan tersebut , Andi yg saat ini aktif mendorong perbaikan tata kelola di Ekosistem Logistik Tanah Air menyampaikan perubahan zaman sebaiknya di imbangi oleh penyesuaian kurikulum juga, saat ini potensi melakukan usaha logistik maupun transportasi baik dalam negeri maupun luar negeri sangatlah besar, salah satu industri yang justru berkembang pesat disaat Pandemi Covid adalah Industri Logistik dan Transportasi
Untuk menindaklanjuti gagasan ini, sejumlah rekomendasi singkat diajukan:
- Kemenpar, Kemendiktisaintek dan Kemenaker : fasilitasi regulasi magang internasional, pengakuan kredit akademik untuk PKL panjang, dan sertifikasi kompetensi yang diakui internasional.
- Kampus: revisi kurikulum untuk modul kesiapan internasional, manajemen visa, dan pengakuan kredit untuk pengalaman industri luar negeri.
- Pemerintah Daerah & BPW: fasilitasi kemitraan lokal-internasional dan peluang part-time bagi mahasiswa untuk memperkuat pengalaman lapangan.
- Industri & ASITA: sediakan skema magang terstruktur, mentoring, dan dukungan pembiayaan awal.
- Lembaga sertifikasi: harmonisasi standar kompetensi agar lulusan dapat diterima di pasar internasional.
Langkah awal yang direkomendasikan adalah pembentukan tim task force lintas pemangku kepentingan di Kota Bandung sebagus Inisiatif dan Pilot Project, untuk menyelenggarakan program pilot magang internasional selama 12–18 bulan, dengan indikator keberhasilan: serapan kerja lulusan, peningkatan kompetensi, dan kepuasan mitra.
Menutup diskusi di NHI Travel Mart 2026, Wisnu Aji Nugroho, yang juga menjabat Ketua III Ikatan Alumni Poltekpar NHI Bandung, mengapresiasi Alumni Muda Prodi UPW ( usia dibawah 30 tahun ) yang setelah lulus langsung membuat usaha antara lain Arunika Wisata dan Osborn yg bergerak di bidang Transportasi dan terlibat sebagai seller di NHI Travel Mart 2026, Wisnu menegaskan bahwa sinergi antara regulasi, kurikulum, dan kemitraan industri menjadi kunci agar transformasi Prodi UPW memberi manfaat nyata. “Jika sejak dini mahasiswa dilibatkan secara terstruktur dengan perlindungan yang jelas, kita tidak hanya memperkuat daya saing lulusan, tetapi juga memperkaya ekosistem pariwisata nasional,” ujarnya.