
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta memulai fase awal pembangunan melalui pekerjaan pengerasan tanah di area Kampus II di Pajangan, Bantul. Tahap awal difokuskan pada pembangunan jalan akses sepanjang 475 meter dengan lebar 14 meter untuk membuka akses menuju kawasan pengembangan kampus.
Proyek ini dimulai pada Kamis (23/7/2026), dibarengi dengan penyelenggaraan doa bersama oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, beserta jajaran pimpinan universitas, serta berbagai pihak yang sejak awal turut mengawal proses pengembangan Kampus II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada tahap awal, UIN Sunan Kalijaga akan membangun gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas akademik unit lain sesuai perkembangan institusi. Selanjutnya, pembangunan kawasan Kampus II akan dilaksanakan secara bertahap mengikuti kesiapan program dan dukungan pemerintah.
"Sebagai bagian dari komitmen memulai pembangunan Kampus II, UIN Sunan Kalijaga menyiapkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prasyarat pembangunan gedung pertama, sesuai arahan Bappenas," kata Noorhaidi, dilansir Jumat (24/7/20206).
Bagi Noorhaidi, Kampus II bukan sekadar perluasan ruang fisik universitas. Kawasan ini diproyeksikan menjadi wajah baru UIN Sunan Kalijaga yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan keberlanjutan lingkungan melalui konsep forest campus.
"Dalam 10 tahun ke depan, insyaallah kawasan ini akan menjadi kawasan yang sangat indah. Konsepnya adalah forest campus, dengan tetap menjaga dan tidak mengubah kehijauan lingkungan yang sudah ada." katanya
Melalui konsep forest campus, pengembangan Kampus II dirancang agar pertumbuhan infrastruktur berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini akan menghadirkan kawasan akademik yang modern tanpa menghilangkan karakter hijau yang telah menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Noorhaidi menjelaskan, seluruh proses pengadaan lahan untuk Kampus II telah diselesaikan pada 2021. Tahapan yang kini dimulai berupa pekerjaan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan yang membelah kampus, dari ujung barat sampai timur, sebagai prasyarat utama sebelum pembangunan kawasan akademik dilakukan secara bertahap.
“Pengembangan infrastruktur dasar tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan pendidikan yang dirancang mampu mengakomodasi kebutuhan UIN Sunan Kalijaga dalam jangka panjang, baik untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.
Peluang Kemajuan
Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, menilai perkembangan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu realisasi Kampus II.
"Kami bersyukur karena pengembangan Kampus II kini memasuki tahap implementasi. Harapan kami, pembangunan ini tidak hanya memperkuat UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi pendidikan, tetapi juga membuka peluang kemajuan bagi masyarakat Guwosari," katanya.
Masduki optimis kehadiran Kampus II akan membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat Guwosari, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan bersama melalui berbagai kontribusi yang saling menguatkan.
Masduki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan semangat gotong royong selama proses pembangunan sehingga setiap tahapan dapat dilaksanakan secara baik, harmonis, dan sesuai harapan bersama..
Dimulainya pekerjaan pengerasan tanah menandai langkah awal pembangunan fisik Kampus II. Namun, lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan bahwa cita-cita UIN Sunan Kalijaga membangun kawasan pendidikan terpadu yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat kini mulai memasuki fase implementasi.
Kampus II ini juga diproyeksikan sebagai episentrum kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat yang memperkuat peran UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan bereputasi global.