logo

Sekolah Kita

Siswa SD/MI Kota Yogyakarta Ditantang Mendongeng Cerita Rakyat Lokal

Siswa SD/MI Kota Yogyakarta Ditantang Mendongeng Cerita Rakyat Lokal
Penampilan salah satu peserta Lomba Bertutur yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta. Pada tahun ini, DPK Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan Lomba Bertutur untuk siswa-siswi kelas 4 (empat) SD/MI se-Kota Yogyakarta. Ajang tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan budaya gemar membaca pada anak ini, memiih cerita lokal untuk mengenalkan ke-Istimewaan Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. DPK Kota Yogyakarta)
Setyono, Sekolah Kita06 Februari, 2024 21:24 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Para siswa kelas 4 (empat) SD/MI se-Kota Yogyakarta ditantang kembali untuk tampil dalam Lomba Bertutur yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta. Ajang tahunan ini memilih cerita lokal untuk mengenalkan ke-Istimewaan Yogyakarta.

Kepala DPK Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, mengatakan lomba tahunan ini diselenggarakan kembali guna meningkatkan budaya gemar membaca pada anak-anak. Peserta dituntut untuk mengenal bahan bacaan, membaca, memahami, lalu menceritakan kembali kepada orang lain.

“Kami ingin lewat lomba ini mampu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, kaya akan literasi, dan menjadi generasi yang berkarakter,” kata Afia Rosdiana, Selasa (6/2/2024).

Lomba ini diperuntukkan bagi siswa kelas 4 (empat) tahun ajaran 2023/2024 dengan ketentuan lomba yang diceritakan adalah cerita rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bersumber dari buku.

"Dipilihnya cerita rakyat DIY agar memupuk kecintaan para generasi muda terhadap budaya lokal," jelasnya.

Dua Siswa

Penanggung jawab lomba, Fetti Conita Sakti, menjelaskan setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal dua siswa yang sebelumnya, belum pernah menjadi juara di Lomba Bertutur.

"Setiap sekolah hanya boleh mengirimkan maksimal dua orang, yakni putra dan putri, yang belum/tidak pernah menjadi juara 1 dalam Lomba Bertutur pada tahun sebelumnya. Kuota lomba ini sebanyak 100 peserta," katanya.

Untuk penjurian, lanjut Fetti, akan dilakukan oleh tiga orang dari masyarakat umum yang kompeten di bidangnya. Sedangkan penilaianya terdiri dari empat kriteria, yakni penampilan peserta dalam bertutur, cara bertutur/teknik bertutur, penguasaan materi, dan kemampuan bertutur.

"Dalam bertutur tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga perlu membangun komunikasi dengan penonton, ketika sedang bertutur diusahakan emosi tetap terjaga meski berpindah tempat," jelasnya.

Pendaftaran Lomba Bertutur dimulai pada 1 Februari hingga 16 Februari 2024. Lalu untuk pengumuman seleksi administrasi pada 19 februari 2024.

"Pada tanggal 22 Februari 2024 akan dilakukan babak penyisihan, yang kemudian dilanjutkan ke babak final. Untuk pengumuman pemenang akan diumumkan pada 24 April 2024," jelasnya.

Lomba akan dilaksanakan di Perpustakaan Kota Yogyakarta. Nantinya, akan dipilih lima finalis terbaik, yang terdiri lima putra dan lima putri, yang akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan.

Untuk juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta, juara dua mendapatkan Rp 2,5 juta, dan juara tiga mendapatkan Rp 2 juta. Sedangkan juara Harapan 1 dan 2, masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta. 

Read Next