
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Membawa misi “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu”, ajang tahunan bursa buku internasional Big Bad Wolf Books (BBW) membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas baca maupun pengelola perpustakaan umum. Kolaborasi ini sebagai upaya memperluas ketersebaran buku di masayarakat.
BBW 2026 kembali akan hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 3-13 September di Jogja Expo Center (JEC) Bantul. Memasuki usia ke-10 dan penyelenggaraan kedelapan kali di DIY, ajang ini membidik pembaca buku baru.
Juru bicara BBW 2026, Andri Suharyono, mengatakan pada tahun kedelapan di DIY, BBW bakal menghadirkan sejuta judul buku dalam pameran yang bakal dibuka dari pukul 09.00-23.00 WIB.
“Kami belum mohon maaf karena tidak bisa lagi hadir 24 jam seperti ajang-ajang sebelumnya karena belum diperkenankan. Namun, kami memastikan sejuta judul buku internasional akan meliputi berbagai genre dari sastra sampai pembelajaran aktivitas yang bisa diperoleh dengan harga terjangkau,” kata Andri saat jumpa pers di Sleman, Rabu (19/8/2026).
Membawa misi “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu”, BBW 2026 mengusung semangat ingin memperkenalkan program, misi, serta berbagai inisiatif literasi yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para siswa dan tenaga pendidik di Yogyakarta dan sekitarnya.
Hadir pertama kali pada 2016, Andri memastikan ajang ini tidak pernah menargetkan nominal angka penjualan buku. Namun sebagai bagian dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat Indonesia, BBW yang turut hadir di Jakarta maupun Surabaya, adalah menyebarkan buku.
“Kedua, kami harus bisa mendatangkan pembaca baru ataupun pengunjung baru yang belum bisa atau belum sempat datang ke Big Bad Wolf,” jelasnya.
Kolaborasi
Berdasarkan pengalaman ajang BBW di Jakarta maupun Surabaya, Andri menggambarkan bagaiman ajang ini menarik sebanyak 10-12 ribu pengunjung setiap hari dan melonjak pada akhir pekan dengan angka kunjungan sebanyak 15 ribu orang.
“Kalau kemarin di Surabaya, jumlah pembaca baru terus meningkat. Data ini kami melihatnya dari peningkatan jumlah member yang selalu ada baru. Nah, di situ kita melihat bahwa kita ada customer atau new readers yang datang,” ujarnya.
Khusus DIY, Andri mengatakan target jumlah pengunjung di BBW 2026 meningkat sebesar 5-7 persen. Angka ini, menurutnya, optimis bisa dicapai karena pengunjung tidak hanya berasal dari DIY, namun beberapa daerah seperti Magelang, Solo, Purwokerto, bahkan Semarang hadir.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan, PT Anak Serigala Indonesia, pemegang lisensi Big Bad Wolf Book di Indonesia, membuka kesempatan bagi sekolah, komunita baca, maupun perpustakaan yang dikelola masyarakat untuk berkolaborasi.
Kolaborasi yang ditawarkan adalah pengadaan atau penambahan koleksi buku dengan harga khusus, setelah sebelumnya diajukan proposal. Menurut Andri, kolaborasi ini juga sebagai upaya memperluas penyebaran buku hingga ke daerah pelosok.
“Kami percaya membaca buku dengan membaca tulisan di layar gawai sangat berbeda. Membaca dan memegang buku langsung akan semakin banyak hal yang bisa ditangkap di dalam otak kita. Itu bisa langsung direkam dan ditaruh di dalam ingatan lebih lama,” terangnya.
Ke depan, lanjut Andri, dengan keberadaan buku-buku yang bagus, berkalimat menarik, dapat pergunakan anak-anak untuk menulis lagi sehingga menunjang pelajaran menulis esai.
“Itu adalah target kami. Jadi ya, jadi nanti generasi baru Indonesia bisa menulis dengan kalimat yang benar dan menarik,” pungkasnya.