logo

Kampus

UMY Berangkatkan 25 Mahasiswa KKN Plus Umroh Batch 3

UMY Berangkatkan 25 Mahasiswa KKN Plus Umroh Batch 3
Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Plus Umroh batch 3, Sabtu (6/1/2024). (EDUWARA/Dok. UMY)
Setyono, Kampus10 Januari, 2024 22:05 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Plus Umroh batch 3, Sabtu (6/1/2024).

Kepala Divisi Pengabdian Mahasiswa Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UMY, Aris Slamet Widodo menerangkan akan para mahasiswa tersebut ditempatkan di lima titik yang berbeda untuk melaksakanan pengabdian.

“Enam mahasiswa di Sekolah Indonesia Jedah, lima mahasiswa di Sekolah Indonesia Mekah, empat mahasiswa di Sekolah Indonesia Riyadh, tiga mahasiswa di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan tiga mahasiswa di tempatkan di Kantor Urusan Haji dan Umroh,” katanya dilansir Rabu (10/1/2024).

Selama pelaksanaan KKN Plus Umroh batch 3, mahasiswa UMY akan menghadirkan sejumlah program-program baru, khususnya untuk Sekolah Indonesia di Jedah, Mekah dan Riyadh. Program tersebut yaitu program kolaborasi internasional untuk pertukaran budaya dengan sekolah yang ada di Indonesia.

“Konsepnya nanti dilaksanakan secara virtual atau online antara sekolah yang ada di Jeddah, Mekkah dan Riyadh dengan beberapa sekolah yang ada di Indonesia,” kata Aris yang berada di Arab Saudi saat dihubungi Humas UMY, Senin malam (8/1/2024).

Penguatan Budaya dan Pendidikan

Program lain yang akan dilaksanakan adalah penyuluhan kesehatan reproduksi yang berlangsung secara online, pengenalan AI/artificial intelligent di dalam muatan pengajaran siswa kepada guru. Kemudian, menginisiasi program majalah dinding virtual yang akan menjembatani sekolah yang ada di luar negeri dengan sekolah di Indonesia.

Program lain yang dijalankan berfokus pada penguatan budaya dan pendidikan, muatan-muatan lokal ke-Indonesiaan seperti pengenalan lagu-lagu nasional atau daerah. Kemudian, pengenalan budaya daerah, penguatan bahasa Indonesia, dan pengenalan program-program lingkungan atau pertanian.

Di KJRI, para mahasiswa akan melaksanakan program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan program penguatan life skill atau keterampilan seperti make up artist dan pelatihan bisnis di bidang digital marketing.

“Di Kantor Urusan Haji dan Umroh di Jeddah, mahasiswa akan membantu melakukan pemberdayaan yang terkait dengan fungsi pengawasan dan monitoring pelaksanaan umroh yang ada di Arab Saudi,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya inisiasi program kerja sama antara Sekolah Indonesia di Arab Saudi dan di dalam negeri dapat menjadi pencapaian baru.

Read Next