logo

Kampus

35 PTN dan PTS di DIY Adu Kemampuan di Peksimiprov ke-XVIII

35 PTN dan PTS di DIY Adu Kemampuan di Peksimiprov ke-XVIII
Peksimiprov ke-XVIII, yang melibatkan 35 PTN dan PTS di DIY resmi dibuka pada Kamis (18/6/2026), di Kampus ISI Yogyakarta. ISI Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah bersama dengan empat perguruan tinggi lainnya, yaitu UGM, UAD, UNY, UII dan Universitas Amikom Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. ISI Yogyakarta)
Setyono, Kampus18 Juni, 2026 19:49 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memulai ajang kompetisi seni, desain dan satra, Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) ke-XVIII, yang berlangsung mulai 18 Juni sampai 2 Juli 2026. 

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah bersama dengan empat perguruan tinggi lainnya, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Amikom Yogyakarta.

Selama dua pekan penyelenggaraan, Peksimiprov ke XVIII akan diikuti 185 peserta individu dan 20 kelompok dari 35 perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di DIY. Mereka akan beradu kemampuan di 15 tangkai atau kategori lomba.

Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, memberikan apresiasi kepada BPSMI DIY yang menjadikan kampus ISI Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan seleksi dan penjurian dengan kategori terbanyak. Irwan mengatakan, pemilihan ini sepenuhnya didasarkan pada ketersediaan sarana dan SDM yang dimiliki.

“Kita mengirimkan perwakilan untuk setiap kategori yang diperlombakan. Mereka adalah yang terbaik saat Peksimikam yang digelar tiga bulan lalu,” kata Irwandi saat pembukaan Peksimiprov ke-XVIII di kampusnya, Kamis (18/6/2026)

Irwandi meyakini ajang Peksimiprov menjadi satu wadah penting dalam menyelesaikan salah satu pekerjaan rumah terkait dengan karakter bangsa. Di tengah gempuran berbagai pengaruh budaya, gempuran teknologi dan lainnya sebagainya. Irwandi menyebut kemampuan soft skill, kepemimpinan dan pengalaman langsung menjadi aspek penting.

“Survei terbau menyebutkan, generasi muda saat ini mendapatkan pengalaman yang semakin minim karena terbantu hal-hal yang otomatis. Mereka membutuhkan aktivitas langsung yang bisa menjaga nilai dan karakter. Peksimiprov merupakan satu-satunya sarana memperkuat pendidikan karakter di bidang seni dan budaya,” katanya.

Peran Aktif

Ketua BPSMI DIY, Muhammad Kholid Arif Rozaq, menjelaskan Peksimiprov merupakan ajang dua tahunan yang mempertemukan mahasiswa berbagai perguruan tinggi dalam bidang seni, sastra dan desain.

“Nantinya, para juara di setiap kategori akan mewakili DIY di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada September 2026 di Universitas Jember,” ucapnya.

Ada sebanyak 15 tangkai atau kategori lomba yang pelaksanaannya terbagi di lima perguruan tinggi. Selain menjadi tuan rumah pembuka dan penutup Peksimiprov 2026, ISI Yogyakarta juga menjadi tuan rumah bagi lima kategori yaitu tari, keroncong, seriosa, komik strip dan lukis. Sedangkan tuan rumah lainnya, yaitu UGM untuk pelaksanaan lomba monolog dan baca puisi. UNY untuk kategori pop, dangdut dan vocal group. 

Tuan rumah lainnya, yaitu UAD menjadi tuan rumah penulisan puisi, cepen dan penulisan lakon, UII untuk fotorgrafi, dan Amikom menjadi tuan rumah desain poster.

“Besarnya jumlah peserta Peksimiprov 2026 yang terpilih di ajang Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Kampus (Peksimikam) menjadi bukti tingginya antusiasme mahasiswa dalam pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa di bidang seni,” jelasnya.

Sebagai lembaga yang bersifat sukarela, BPSMI berharap peran aktif dari seluruh perguruan tinggi di DIY untuk membantu, tidak hanya dari segi kegiatan seni namun iuran juga. Saat ini, lanjut Kholid, pihaknya tengah merumuskan skema penarikan iuran sukarela dari setiap perguruan tinggi dengan indikator jumlah mahasiswa.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Setyabudi Indartono, mengatakan sebagai kompetisi seni bergengsi antar mahasiswa di tingkat provinsi, Peksimiprov adalah media yang tepat untuk menyampaikan banyak pesan untuk memperkuat generasi muda.

Ke depan, Setyabudi berharap tidak hanya perwakilan 35 perguruan tinggi saja yang terlibat di Peksimiprov. Pasalnya, di Yogyakarta tercatat perguruan tinggi swasta mencapai 100-an unit.  

Read Next