logo

Kampus

50 Persen Dosen Harus S3, UMBY Gelar Career Talk Strategi Berburu Beasiswa

50 Persen Dosen Harus S3, UMBY Gelar Career Talk Strategi Berburu Beasiswa
Tangkapan layar Career Talk bertajuk “Strategi Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri untuk Studi S2 dan S3”, yang diselenggarakan UMBY, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang digelar secara daring ini menghadirkan dua akademisi penerima beasiswa internasional sebagai narasumber, yaitu dosen Universitas Padjadjaran yang tengah menempuh studi S3 di Thailand, Raden Febrianto Christi, dan dosen UMBY yang tengah studi S3 di Malaysia, Agus Setiyoko. (EDUWARA/Dok. UMBY)
Setyono, Kampus27 Juni, 2026 21:24 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Sebagai upaya mewujudkan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menargetkan dosen di setiap Program Studi (Prodi) minimal 50 persen harus bergelar doktoral (S3).

Melalui Career Talk bertajuk “Strategi Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri untuk Studi S2 dan S3”, UMBY memberikan strategi memperoleh beasiswa dalam dan luar negeri, sekaligus memilih kampus dan negara tujuan.

Digelar secara daring pada Selasa (23/6/2026), kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya angka lulusan pascasarjana di Indonesia. Tercatat 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga masyarakat umum mengikuti hingga selesai.

“Kami menghadirkan dua akademisi penerima beasiswa internasional sebagai narasumber. Pertama, Dosen Universitas Padjadjaran, mahasiswa S3 di Thailand, Raden Febrianto Christi dan dan Dosen UMBY, mahasiswa S3 di Malaysia, Agus Setiyoko,” kata Kepala Bagian Career Center dan Alumni UMBY, Ajat Sudrajat, Jumat (26/6/2026).

Secara khusus, kegiatan ini digelar dengan dasar data jumlah penduduk bergelar magister (S2) di Indonesia masih berada di angka 0,34-0,45 persen dari total populasi. Sedangkan pemegang gelar doktor (S3) hanya menyentuh 0,02 persen. Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan rata-rata negara ASEAN yang mencapai 2,43 persen.

Ajat berharap lewat kegiatan ini mahasiswa dan alumni UMBY semakin termotivasi melanjutkan studi sehingga tidak hanya mampu meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.

Career Center UMBY berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan karier yang mendorong lahirnya lulusan kompetitif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun akademik.

Modal Krusial

Dalam pemaparannya, Raden Febrianto menekankan bahwa lembaga donor atau pemberi beasiswa tidak sekadar mencari kandidat yang pintar secara teori, melainkan figur visioner yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Ada tiga modal krusial yang harus disiapkan, perencanaan studi yang matang, pemetaan tujuan karier yang jelas, dan kesiapan akademik,” terangnya.

Untuk meningkatkan daya saing di mata penyeleksi, Raden menyarankan calon pendaftar agar mulai membangun rekam jejak publikasi ilmiah dan berinisiatif menjalin komunikasi awal dengan calon profesor (supervisor) di universitas tujuan.

Dosen UMBY, Agus Setiyoko, secara khusus membedah proses seleksi secara lebih teknis berdasarkan pengalamannya meraih SEARCA Scholarship. Agus membeberkan kunci sukses mendapatkan beasiswa tersebut terletak pada penyusunan proposal riset yang secara autentik mampu menjawab tantangan ketahanan pangan.

Lebih lanjut, Agus juga membocorkan aspek krusial yang dinilai ketat oleh tim penguji saat menyeleksi dokumen motivation letter yang didasarkan pada dua hal yaitu keaslian tulisan, di mana esai harus murni tulisan pribadi tanpa ada intervensi Artificial Intelligence (AI).

“Kedua kontribusi nyata, pendaftar harus mampu menjelaskan kontribusi konkret yang akan diberikan terhadap ketahanan pangan di kawasan Asia Tenggara,” paparnya.

Rini Nuraini, salah satu peserta, mengapresiasi langkah Career Center UMBY. Baginya, kegiatan ini sangat sangat membantu memberikan gambaran bagaimana cara mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri, sekaligus strateginya dalam memilih kampus dan negara tujuan.

Read Next