Kampus
07 Maret, 2026 20:59 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Sebanyak 435 mahasiswa pada Sabtu (7/3/2026) resmi dilepas Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Sesuai komitmen ISI Yogyakarta, mereka adalah lulusah yang dirancang menjadi insan kreatif yang utuh.
Para mahasiswa yang menjalani proses wisuda di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta terdiri dari 392 lulusan program Sarjana, 31 Sarjana Terapan (D4), delapan Magister, dan empat Doktor.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi menegaskan sesuai dengan tuntutan zaman, para lulusan perguruan tinggi seni diharapkan mampu menjadi pemimpin kreatif yang adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan identitas budaya.
“Pendidikan di ISI Yogyakarta dirancang untuk melahirkan insan kreatif yang utuh, yang tidak hanya piawai berkarya, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan mampu bekerja dalam ekosistem kolaboratif,” jelasnya.
Terlebih lagi saat ini perkembangan Kecerdasan Buatan (AI/Artificial Intelligence) membawa perubahan besar dalam dunia seni dan industri kreatif. AI bukan hanya membawa kemajuan teknologi, melainkan perubahan paradigma dalam cara manusia berpikir, berkarya, dan berinteraksi.
“Dunia seni tidak lagi hanya bertumpu pada medium konvensional, tetapi telah berdialog dengan algoritma, data, realitas virtual, dan ekosistem digital global,” paparnya.
Karenanya, lanjut Irwandi, sebagai bentuk sikap dan komitmen, ISI Yogyakarta mendorong lahirnya sintesis kreatif antara nilai budaya, riset artistik, dan kecerdasan teknologi untuk menciptakan bentuk ekspresi seni yang relevan dengan perkembangan zaman.
Creative Leader
Bagi Irwandi, lulusan ISI Yogyakarta memiliki modal kuat untuk menghadapi perkembangan industri kreatif global, mulai dari kepekaan estetika, kemampuan konseptual, hingga pengalaman riset dan penciptaan karya.
“Kepada mahasiswa yang hari ini diwisuda, kalian tidak sekadar menjadi pekerja kreatif, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem kreatif yang baru. Jadilah creative leader yang mampu memanfaatkan AI sebagai alat strategis, mengembangkannya secara etis dan kritis, serta menjadikannya sarana untuk memperluas jangkauan karya seni Indonesia di panggung dunia,” ujarnya.
Sebagai bekal memasuki dunia kerja dan industri kreatif, mahasiswa ISI Yogyakarta juga dibekali penguatan softskills dan jiwa kewirausahaan menjadi bagian penting dalam ekosistem pembelajaran tersebut.
Melalui Unit Pelaksana Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, ISI Yogyakarta secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai workshop dan pelatihan pengembangan diri, mulai dari kepemimpinan, manajemen proyek kreatif, hingga strategi membangun personal branding di era digital.
Di samping itu, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang dimiliki ISI Yogyakarta memberikan dukungan nyata berupa pendampingan dan bantuan modal usaha bagi mahasiswa yang memiliki gagasan bisnis kreatif.
“Program ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian untuk berinisiatif dan berinovasi, sehingga setelah menyelesaikan studi, lulusan tidak semata-mata berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan tampil sebagai pencipta lapangan kerja (job creator) yang mandiri dan visioner,” paparnya.
Kedua program ini, dipaparkan Irwandi, didukung jaringan kemitraan yang luas dengan industri, komunitas kreatif, dan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional, ISI Yogyakarta terus membuka ruang kolaborasi dan pengalaman profesional bagi seluruh sivitas akademika.
Dalam rincian kelulusan, mahasiswa terbanyak dari Fakultas Seni Rupa dan Desain sebanyak 172 wisudawan, disusul Fakultas Seni Pertunjukan 146 wisudawan, Fakultas Seni Media Rekam 99 wisudawan, serta Program Pascasarjana sebanyak 12 wisudawan. Dari total tersebut, sebanyak 163 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.
Bagikan