
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Program Studi Magister Ilmu Pangan (MIP) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan pasar kerja.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lokakarya Kurikulum yang digelar beberapa waktu lalu. Hasil perumusan kurikulum baru ini ditargetkan mulai diterapkan secara resmi pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Ketua Program Studi MIP UMBY, Siti Tamaroh Cahyono Murti, mengatakan lokakarya menjadi langkah strategis dalam memastikan kurikulum tetap relevan dengan dinamika industri pangan serta perkembangan teknologi hasil pertanian.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi dan tanggung jawab akademik untuk menjamin mutu lulusan sesuai visi dan misi institusi.
“Kami berharap mendapatkan masukan konstruktif untuk menyempurnakan kurikulum yang sudah ada. Harapannya, kurikulum yang disusun mampu memperkuat kompetensi riset, analisis kritis, inovasi teknologi pangan, serta aspek manajerial dan kewirausahaan di bidang pangan,” kata Siti Tamaroh Cahyono Murti dalam rilis, Selasa (3/3/2026).
Lokakarya tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi industri, instansi pemerintah hingga alumni, guna merumuskan skema pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan unggul dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Narasumber utama, Ketua Program Magister Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Widiastuti Setyaningsih. Ia menekankan pentingnya penguatan bidang pangan fungsional dalam pendidikan magister.
Widiastuti menilai mahasiswa perlu mencapai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang tinggi, baik dari sisi penguasaan sains maupun sikap profesional.
“Mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sociopreneurship. Mereka harus peka terhadap permasalahan pangan di masyarakat dan mampu menghadirkan solusi inovatif yang berdampak luas,” jelasnya.
Tiga Kompetensi Utama
Dari perspektif industri, Leader QA-QC Laboratorium Kimia PT Fonusa Agung Mulia sekaligus alumni MIP UMBY, Tri Indarto, menyoroti tiga kompetensi utama yang dibutuhkan dunia kerja, yakni kemampuan pemecahan masalah, kepemimpinan, serta keterampilan teknis laboratorium.
Sementara itu, alumni MIP UMBY yang juga dosen Universitas Duta Bangsa Surakarta, Devi Fitri Astuti, mendorong penguatan porsi praktikum agar lulusan magister mampu menjadi problem solver yang dapat mentransformasikan teori menjadi solusi aplikatif di dunia kerja.
Masukan serupa disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Bondowoso, Edi Purnomo, yang menekankan pentingnya pemahaman rantai pangan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga konsumsi, termasuk aspek perizinan serta higiene sanitasi.
Adapun alumni lainnya, Moh Ilyasa, menegaskan penguasaan standar Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) menjadi kompetensi wajib bagi lulusan yang ingin bersaing di industri pangan.
Dari sisi kewirausahaan, Siti Nur Azizah, menekankan pentingnya penyelarasan riset tesis dengan kebutuhan pasar melalui pendekatan prototype to market. Ia berharap kurikulum baru mampu mendukung pelaku UMKM, khususnya dalam penjaminan mutu produk serta manajemen rantai dingin (cold chain management).
Hasil lokakarya kurikulum ini ditargetkan rampung pada Mei 2026 sebelum diimplementasikan secara resmi pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, sebagai bagian dari komitmen Fakultas Agroindustri UMBY dalam mencetak lulusan magister pangan yang kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan industri.