Begini Lho Alur Mekanisme Pendanaan Lewat Program Kedaireka di UI

07 Maret, 2022 15:58 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Bunga NurSY

Kedaireka.jpeg
Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan sosialisasi Program Kedaireka Matching Fund dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia bagi dosen dan peneliti seluruh Indonesia. (UI)

Eduwara.com, DEPOK - Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan sosialisasi Program Kedaireka Matching Fund dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia bagi dosen dan peneliti seluruh Indonesia. 

Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta) adalah sebuah platform kolaborasi perguruan tinggi dan industri dengan program unggulan, yaitu Matching Fund yang didanai oleh Kemendikbudristek untuk kolaborasi perguruan tinggi dalam bidang riset dan inovasi dengan industri terkait. 

“Kedaireka adalah solusi terkini yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbudristek RI, dan diadakan sebagai upaya dalam meningkatkan kreativitas pada perguruan tinggi dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada dunia kerja, karena tanpa adanya sinergi antara dunia kerja dan pendidikan tinggi maka akan terjadi tautan yang hilang,” ujar Wakil Bidang Riset Universitas Indonesia Nurtami dalam siaran pers yang diterima Eduwara.com, Sabtu (5/3/2022).

Program Matching Fund Kedaireka 2022 mendanai total lebih dari Rp1 Triliun untuk pendidikan tinggi dan program vokasi. Hal ini dilandasi oleh permasalahan yang ada dalam masyarakat dan permasalahan strategis negara, serta mendorong adanya inovasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut oleh sivitas akademika perguruan tinggi. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Tjitjik Srie Tjahtjandarie menyampaikan, program ini dapat diikuti oleh sivitas akademika perguruan tinggi semua program dan program vokasi dengan syarat dan ketentuan khusus. “Program ini sudah diluncurkan sejak 1 Maret 2022 kemarin dan sudah bisa diakses panduannya melalui website Kedaireka,” ujar Tjitjik.

Persyaratan utama yang dapat mengusulkan proposal dari instansi UI adalah dosen aktif yang memiliki NIDN atau NIDK dan memiliki rekam jejak yang relevan dengan program kerja sama yang diusulkan. 

“Sedangkan untuk DUDI juga harus terdaftar di Kedaireka sebagai mitra untuk perguruan tinggi sebagai pengaju proposal usulan. Skema Matching Fund Kedaireka ini tidak sama dengan proposal (penelitian) biasa sehingga perlu dicermati kembali ketentuan penulisan dari proposal yang akan diajukan,” tutur Tijtjik.

Mekanisme

Alur manajemen inovasi DISTP UI terkait pendanaan Kedaireka 2022 adalah dosen atau peneliti memasukkan data kebutuhan dan investasi melalui kerja sama penelitian. Sebelumnya, pihak peneliti harus sudah memiliki mitra industri atau setidaknya calon mitra industri (bisa dengan badan usaha milik UI) untuk diajukan. 

Selanjutnya, pihak manajemen UI akan membantu melakukan pengembangan seperti berkas lisensi, dokumen hak paten atau kekayaan intelektual bagi peneliti (dengan kriteria produk penelitian memiliki risiko yang rendah dengan pendanaan yang besar), atau komersialisasi mandiri terkait produk penelitian yang sudah selesai dilaksanakan (dengan kriteria produk penelitian memiliki risiko yang tinggi dengan pendanaan yang kecil). DISTP UI akan membantu proses kerja sama peneliti dengan mitra industri jika pengajuan pendanaan Kedaireka telah disetujui.

Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI Ahmad Gamal menuturkan, pendanaan ini (Kedaireka) adalah bridging atau matching fund, yaitu pendanaan untuk keperluan dosen dan peneliti dalam membina hubungan dengan mitra industri dan juga menarik sebagian investasi dari mitra industri untuk keperluan penelitian.  Dana riset yang diberikan tidak hanya sekadar berhenti setelah artikel ilmiah selesai dibuat saja. 

“Harapannya dari program ini adanya tindak lanjut dan komersialisasi produk dari penelitian yang sudah dibuat. Oleh karena itu, Direktorat Inovasi dan Science Techno Park akan membantu proses-proses terkait perjanjian kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra industri,” papar Ahmad.

Fokus isu Kedaireka yang dapat diusulkan antara lain digital economy, kemandirian kesehatan, ekonomi hijau, pemulihan ekonomi dan pariwisata, dan ekonomi biru. 

Pengajuan pendanaan penelitian ini dapat dilakukan melalui proposal dengan alur yang sudah disebutkan sebelumnya dengan skema pendananaan 1:1 (50% untuk industri dan 50% untuk perguruan tinggi) atau 1:3 (30% untuk industri dan 70% untuk perguruan tinggi). 

Perbedaan skema pendanaan didasarkan pada kriteria manfaat kerja sama untuk masyarakat luas atau untuk pemecahan strategis nasional.