Kampus
03 September, 2026 05:35 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Sebanyak 4.458 calon mahasiswa telah mendaftar di Politeknik ATK Yogyakarta pada tahun ajaran akademik 2026/2027. Dalam persaingan yang cukup ketat, hanya 268 orang atau 6,01 persen yang akhirnya diterima sebagai mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan, pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-68 Politeknik ATK Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pula Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
“Besarnya angka pendaftar ini mencerminkan tingginya animo untuk menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi,” kata Sonny Taufan.
Dijelaskan Sonny, dari data mahasiswa baru yang masuk, 132 mahasiswa diterima di Program Studi (Prodi) Teknologi Pengolahan Produk Kulit (TPPK), 85 mahasiswa di Prodi Teknologi Pengolahan Karet dan Plastik (TPKP), dan 51 mahasiswa di Prodi Teknologi Pengolahan Kulit (TPK).
Ke-268 mahasiswa baru tersebut berasal dari 19 provinsi di Indonesia. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 64 mahasiswa atau 23,88 persen. Selain itu, sebanyak 12 mahasiswa baru memperoleh beasiswa penuh. Sebanyak 10 orang menerima beasiswa Pemerintah Daerah DIY. Sedangkan dua mahasiswa lainnya, yaitu Satria Parama Daniswara dan Rizka Oktaviani, memperoleh beasiswa penuh sekaligus uang saku bulanan dari Yayasan Mario Minardi.
“Dies Natalis ke-68 tahun ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sejak berdiri pada 1958 dan memperkuat perannya sebagai center of excellence penyedia SDM industri alas kaki, penyamakan kulit, karet, dan plastik,” jelasnya.
Sejumlah capaian strategis disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka, antara lain keberhasilan Prodi TPK meraih Akreditasi Unggul dengan nilai 361 dan Prodi TPPK meraih predikat Baik Sekali dengan nilai 346. Politeknik ATK Yogyakarta juga terus mematangkan transformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Sedangkan dari sisi tata kelola, institusi telah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Desember 2025 dan terus mendorong penguatan tata kelola melalui proses pengusulan menuju Badan Layanan Umum (BLU).
Pengalaman Internasional
Komitmen link and match dengan industri juga diperkuat melalui pengalaman internasional mahasiswa. Pada semester ganjil TA 2025/2026, 10 mahasiswa menyelesaikan Praktik Kerja Industri selama satu semester di Qingdao, Tiongkok.
Sedangkan dua mahasiswa semester 5, Ananda Nara Yetta Kusmoro dari TPPK dan Athalia Vega Salsabila dari TPKP, akan mengikuti program magang di Tiongkok dengan beasiswa hasil kolaborasi Politeknik ATK Yogyakarta, Irootech Technology Co., Ltd., dan Wuhan Vocational College of Software and Engineering (WHVCSE).
Sonny menegaskan PKKMB dilaksanakan tanpa perpeloncoan. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kedisiplinan, karakter unggul, keselamatan kerja, dan budaya industri sejak mahasiswa mulai memasuki lingkungan kampus.
“Selamat belajar dan berkembang di Politeknik ATK Yogyakarta. Serap ilmu dan perkuat keterampilan sebanyak-banyaknya, karena ini akan menjadi bekal masa depan karier kalian yang sukses,” pesannya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menekankan pentingnya ketersediaan SDM kompeten serta penguatan kerja sama dengan mitra industri. Menurutnya, Politeknik ATK Yogyakarta memiliki posisi strategis karena memiliki kompetensi khusus di bidang alas kaki, kulit, karet, dan plastik.
“Kompetensi teknis dan keterampilan yang relevan harus terus kita bangun agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan vokasi mampu memenuhi kebutuhan industri,” katanya
Emmy juga menegaskan bahwa kebijakan industrialisasi merupakan salah satu tools untuk mengubah nasib bangsa. Karena itu, pendidikan vokasi harus menjadi bagian dari upaya memastikan kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian Indonesia.
Menurut Emmy, memasuki usia ke-68, Politeknik ATK Yogyakarta harus terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, perguruan tinggi, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan SDM unggul yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing bagi kemajuan industri nasional.
Bagikan