Di 2026, Program Revitalisasi Sarpras Sasar 71 Ribu Sekolah

02 Februari, 2026 04:40 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

01022026-DIY Revitalisasi Sekolah.jpg
Sebanyak 28 SMA di DIY mendapat bantuan program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Tahun Anggaran 2025. Peresmian hasil revitalisasi ini digelar di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026). Tentang hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat mengatakan total nilai bantuan revitalisasi untuk 28 sekolah di DIY mencapai Rp 19 miliar. (EDUWARA/Dok. Humas Pemda DIY)

Eduwara.com, JOGJA - Pemerintah menargetkan pada 2026 untuk program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan telah dianggarakan sebesar Rp 14 triliun dengan sasaran yang awalnya 11 ribu sekolah membengkak menjadi 71 ribu sekolah. Penambahan ini didasarkan pada kesuksesan program serupa pada tahun 2025. Dari alokasi awal 13.440 sekolah, pelaksanaannya meningkat menjadi 16.150 sekolah karena efisiensi anggaran. 

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat 28 satuan pendidikan jenjang SMA yang mendapatkan program ini. Peresmian hasil revitalisasi tahun 2025 ini digelar di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta pada Sabtu (31/1/2026). Tentang hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat mengatakan total nilai bantuan revitalisasi untuk 28 sekolah di DIY mencapai Rp 19 miliar.

“Sementara SMA Ali Maksum menerima bantuan sebesar Rp 1,1 miliar untuk pembangunan empat ruang kelas baru,” kata Atip Latipulhayat dilansir pada Minggu (1/2/2026).

Atip menyampaikan program revitalisasi merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Bagi pemerintah, sekolah swasta adalah mitra, program ini memastikan seluruh satuan pendidikan mendapatkan sarana pendidikan yang layak,” ujarnya.

Atip menambahkan, pada tahun 2025 program revitalisasi dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing sekolah. Dari alokasi awal 13.440 sekolah, pelaksanaannya meningkat menjadi 16.150 sekolah karena efisiensi anggaran.

“Ternyata sekolah bisa melaksanakan swakelola dengan amanah, termasuk di Ali Maksum ini. Semua terlaksana dengan sangat baik dalam waktu yang singkat,” katanya.

Untuk tahun 2026, program revitalisasi akan dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas. Menurut Atip, Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran Rp 14 triliun untuk 11 ribu sekolah, yang kemudian ditambah menjadi 71 ribu sekolah.

“Pada peringatan Hari Guru Nasional, Presiden Prabowo menambahkan alokasi untuk 60 ribu sekolah lagi, sehingga totalnya menjadi 71 ribu sekolah. Ini karena banyak sarana pendidikan yang sudah lebih dari 20 tahun tidak tersentuh pembangunan,” katanya.

Indonesia Emas 2045

Kepala SMA Ali Maksum, KH Khoirul Fuad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menunjuk sekolahnya sebagai tuan rumah peresmian. Ia menyebut program revitalisasi ini menjadi keberkahan tersendiri bagi dunia pendidikan.

“Terima kasih atas kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang memberikan kepercayaan kepada kami menjadi tuan rumah peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan jenjang SMA se-DIY Tahun Anggaran 2025,” ujarnya

Khoirul menilai program revitalisasi pendidikan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan pendidikan harus bertumpu pada pembangunan manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta pemerataan pembangunan.

“Sungguh merupakan keberkahan tersendiri atas kehadiran Program Revitalisasi Pendidikan yang luar biasa. Semoga revitalisasi pendidikan ini mendorong percepatan dan kemajuan pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo,” katanya.

Khoirul juga menceritakan proses pembangunan ruang kelas baru di SMA Ali Maksum yang dilaksanakan dalam waktu singkat. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti kisah Bandung Bondowoso.

“Direncanakan dalam satu malam, dilaksanakan dalam tiga bulan, dan baru selesai tadi malam pukul 01.00. Kami mendapat bantuan empat ruang kelas baru, namun karena keterbatasan lahan di Krapyak, pembangunan dilakukan di lantai dua,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, menjelaskan revitalisasi 28 sekolah di DIY telah selesai 100 persen, baik dari sisi fisik maupun laporan keuangan. Ia mengakui keterbatasan APBD DIY sehingga bantuan dari pemerintah pusat sangat membantu.

“APBD di DIY terbatas sekali, bantuan dari pusat sangat bermanfaat bagi kami. Adanya sarana dan prasarana yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa,” ujarnya.

Suhirman menambahkan, sekolah juga dituntut untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan seiring dengan tersedianya fasilitas yang lebih baik. Khusus SMA Ali Maksum, Suhirman berharap sekolah tersebut dapat menjadi wakil DIY di tingkat nasional.

“Dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, harapan itu tentu bisa terwujud. Ruang kelas baru ini diharapkan dapat memaksimalkan proses belajar seluruh siswa,” tutupnya.