Sekolah Kita
20 September, 2026 20:34 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Gagasan tentang pendidikan yang memanusiakan kembali digaungkan dari Yogyakarta pada Sabtu (19/9/2026), lewat kegiatan Jelajah Edukasi Dasar (JED) ke-3 yang diselenggarakan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED) - Sekolah Eksperimental Mangunan.
Bertempat di Kompleks Sekolah Eksperimental Mangunan Cupuwatu, Purwomartani, Kalasan, Sleman, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi. Mengusung semangat "Impian dari Jogja, dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Pendidikan", JED tahun ini menyoroti praktik pendidikan yang humanis.
Setelah seremoni pembukaan, acara dilanjutkan dengan Gelar Wicara yang menghadirkan dua narasumber utama, yaitu CB Mulyatno, Dekan Fakultas Filsafat-Teologi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, dan Budi Setiawan dari Yayasan Guru Belajar.
Dalam paparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya pendidikan yang humanis, yakni pendidikan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk berkembang sesuai potensi dominan yang mereka miliki.
“Pendidikan humanis juga menuntut pergeseran peran orangtua. Orangtua didorong untuk tidak lagi berperan sebagai pengawas atau pawang, melainkan sebagai teman atau partner yang menjadi teman seperjalanan anak dalam proses belajar dan tumbuh,” kata Mulyatno.
Gelar Wicara yang berlangsung selama 90 menit ini berjalan hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat sesi tanya jawab dibuka. Peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia - mulai dari Solo, Bandung, Magelang, hingga Yogyakarta - aktif berbagi pertanyaan dan refleksi.
Panitia mencatat jumlah peserta JED tahun ini meningkat tajam dibanding tahun lalu. Tercatat hampir 200 peserta hadir secara luring, belum termasuk peserta daring yang mengikuti melalui jalur live streaming.
Seminar dan Workshop
Usai Gelar Wicara, kegiatan dilanjutkan dengan seminar dan workshop tematik. Peserta dipersilakan memilih kelas sesuai minat. Tersedia 5 kelas seminar dan 9 kelas workshop yang semuanya dibawakan oleh para guru dan karyawan Yayasan DED - Sekolah Eksperimental Mangunan.
Forum ini menjadi ajang berbagi pengalaman otentik. Semua narasumber membagikan praktik baik dari dinamika pendampingan sehari-hari bersama anak-anak yang mereka dampingi di sekolah. Hal ini menjadi sangat relevan karena sebagian besar peserta yang hadir juga berprofesi sebagai guru.
Dalam sambutannya, Pengurus Yayasan DED, Bernardus Singgih Guritno, mengatakan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
"Dalam pelaksanaan JED di tahun-tahun yang akan datang, Yayasan DED membuka kesempatan seluas-luasnya bagi guru dari sekolah-sekolah di Yogyakarta untuk membagikan praktik baik dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing," ujarnya.
Bernardus berharap, forum JED dapat menjadi ajang sharing praktik baik pendampingan anak di sekolah dari berbagai sekolah di Indonesia, sehingga impian dari Jogja untuk masa depan pendidikan benar-benar bisa diwujudkan.
Keberhasilan penyelenggaraan JED ke-3 ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dalam bentuk finansial maupun dukungan lainnya, serta koordinasi dan kerja sama yang kompak dari seluruh panitia yang merupakan guru dan karyawan Sekolah Eksperimental Mangunan.
Bagikan