Kenalkan, Mainan Mekanikal Edukatif ‘Naga’ dari UNY

19 Maret, 2024 20:29 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

19032024-UNY mainan naga.png
Mainan mekanikal edukatif (science toys) berbentuk naga karya mahasiswa Prodi Pendidikan Kriya FBSB-UNY, Ben Reza Awang. Pembuatan mainan ini, menurut Ben Reza Awang, terinspirasi dari film ‘How to Train Your Dragon’. (EDUWARA/Dok. UNY)

Eduwara.com, JOGJA – Prihatin dengan keberadaan mainan mekanikal edukatif, baik berpenggerak manual maupun mesin, yang jarang menirukan gerakan manusia, hewan, dan mesin, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kriya Fakultas Bahasa Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (FBSB-UNY), Ben Reza Awang, menghadirkan mainan mekanikal edukatif (science toys) berbentuk naga yang terinspirasi dari film ‘How to Train Your Dragon’.

“Saat ini memang mainan mekanikal edukatif berbahan plastik sudah diproduksi massal pabrik. Ini dibuktikan tingginya masyarakat tentang fenomena fisika, mekanika, optik, listrik, magnet dan kimia,” kata Ben Reza Awang, dilansir pada Selasa (19/3/2024).

Kondisi ini mendorong Ben Reza Awang menciptakan mainan mekanikal automata berbahan kayu. Menurutnya, hasrat menghadirkan mainan mekanikal ini berasal dari hobi dan pengalaman keseharian.

“Hasilnya, beberapa rancangan dan beberapa jenis miniatur, figure, mainan elektrik maupun mekanik manual yang dapat dinikmati,” ungkapnya.

Terinspirasi dari film ‘How to Train Your Dragon’, Ben kemudian memilih spesies naga karena disebutnya unik, seperti paling populer adalah Toothless yang menjadi panutan semua naga–naga di film.

Mainan mekanikal edukatif ini menggunakan kayu balsa dan kayu jati Belanda serta finishing menggunakan cat akrilik, spray paint dan clear. Mainan yang dibuat menampilkan bentuk dan gerakan naga yang berbeda di setiap karya.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kriya FBSBUNY, Ben Reza Awang (baju putih), saat pameran karya Dragon Automata. (EDUWARA/Dok. UNY)

Estetika Desain

Mainan ini dibuat Ben dengan bentuk yang lebih sederhana, yang bisa bergerak dan mampu menghasilkan gerakan yang mirip naga, baik pada saat terbang maupun aktivitas naga yang lain dan sudah mengacu pada konsep estetika desain.

Sumber penggerak mainan mekanikal yang hanya satu dan berbentuk rotasi, tidak seperti robot di mana semua sendi memiliki putaran gear yang bisa dikendalikan, menunjukkan bahwa mekanisme kinematika yang digunakan bisa sederhana hingga sangat kompleks.

Penikmat mainan ini dapat melihat bentuk naga yang unik, diiringi dengan perubahan gerakan yang dinamis pada mainan yang dihasilkan oleh mekanik perputaran dan rotasi yang ditimbulkan sehingga pemain mendapatkan edukasi gerakan kinetik yang dihasilkan.

Ben Reza Awang menjelaskan, teknik yang digunakan dalam proses penciptaan mainan mekanikal dragon ini adalah teknik ukir datar, teknik kerja bangku dan teknik scroll. Pembuatanya dimulai dengan memotong kayu sesuai dengan pola dan kemudian dipotong dan dibentuk sesuai dengan pola utama.

Selanjutnya adalah proses perakitan awal setelah semuanya sudah dipotong dan dihaluskan. Lalu, lanjut ke tahap pewarnaan dan finishing untuk memberikan karakter warna dan keindahan. Kemudian proses terakhir, yaitu perakitan akhir, di mana perakitan akhir juga menentukan kelulusan karya saat dimainkan.

Ada 10 karya yang dibuat Ben, di antaranya yaitu Pendragon, Toothless Dragon, Robot Dragon, Domino's Dragon, Guardian Dragon, Rex Dragon, Baby Dragon, Dragon Squad, Turtle Dragon, dan Dragon Cramer.