Konflik SBM ITB akan Berpengaruh pada Reputasi Internasional

10 Maret, 2022 21:10 WIB

Penulis:Fathul Muin

Editor:Ida Gautama

10032022-UMM Pengamat Pendidikan.jpg
Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Syamsul Arifin. (EDUWARA/Istimewa)

Eduwara.com, MALANG — Konflik antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB dikhawatirkan akan berpengaruh pada reputasi internasional sekolah bisnis tersebut.

Hal itu dikatakan pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Syamsul Arifin, ketika dihubungi Eduwara.com, Kamis (10/3/2022).

"Karena itulah, kalau memang ada agenda perubahan kelembagaan, seharusnya dilakukan secara bertahap. Ada proses deliberasi yang melibatkan banyak pihak sehingga transformasi kelembagaannya bisa berjalan dengan bagus," katanya.

Karena itu pula, Syamsul menyayangkan terjadinya sengkarut komunikasi yang berbuah ketegangan dan konflik antara ITB dan SBM ITB. Biasanya ketegangan dan konflik terjadi di perguruan tinggi swasta, dan biasanya yang sering terjadi adalah sengketa antara pihak yayasan dengan pihak rektorat.

Ternyata, tata kelola kelembagaan pendidikan di negeri seperti ITB yang dikenal memiliki reputasi juga menyimpan masalah. "Saya berharap segera ada solusi secepatnya karena ada pihak yang paling dirugikan adalah mahasiswa dan calon mahasiswa," ucap Syamsul yang juga Wakil Rektor I UMM.

Di samping itu, Syamsul juga mempertimbangkan reputasi SBM ITB yang telah mendapatkan rekognisi internasional antara lain dari The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), sebuah lembaga akreditasi sekolah bisnis tertua di dunia berbasis di Amerika Serikat.

Syamsul meyakinkan, tidak mudah mendapatkan akreditasi dari AACSB. Karena itulah, tidak banyak program studi di Indonesia yang mendapatkan akreditasi AACSB. Program studi yang telah mendapatkan akreditasi AACSB dipastikan terjamin mutunya (quality assurance).