Mahasiswa UNU Yogyakarta Jadi Bagian Percepatan Penguatan Ekosistem Halal

06 Agustus, 2026 21:52 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

06082026-UNU Yk percepatan ekosistem halal.jpg
Mahasiswa Prodi Studi Islam Interdisipliner UNU Yogyakarta didorong menjadi bagian percepatan penguatan ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di skala nasional. (Dok. UNU Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA - Melalui mata kuliah Halal Lifestyle, mahasiswa Program Studi (Prodi) Studi Islam Interdisipliner Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta didorong menjadi bagian percepatan penguatan ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di skala nasional. 

Hal tersebut, salah satunya diwujudkan dengan menerjunkan 30 mahasiswa semester enam untuk memberikan pendampingan kepada 30 pelaku UMKM dalam proses pengajuan sertifikat halal.

Pengampu mata kuliah Halal Lifestyle sekaligus Ketua Lembaga Pendamping Sertifikasi Halal (LP3H) Halal Center UNU Yogyakarta, Ahmad Hujaj Nurrohim, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam proses pendampingan sertifikasi halal, mulai dari memahami regulasi hingga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha.

"Melalui mata kuliah ini mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik mendampingi UMKM dalam proses sertifikasi halal,” kata Ahmad Hujaj Nurrohim, dikutip Kamis (6/8/2026).

Menurut Ahmad, kompetensi ini bakal menjadi bekal yang sangat relevan karena kebutuhan pendamping proses produk halal terus meningkat. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi pendamping untuk setiap sertifikat halal yang berhasil diterbitkan, sehingga membuka peluang kerja dan profesi baru bagi mahasiswa.

“Program ini menjadi implementasi pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekosistem produk halal di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teoritis mengenai jaminan produk halal, tetapi juga terjun langsung mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), memastikan proses produksi memenuhi standar halal dan higienis, hingga membantu proses pendaftaran sertifikat halal.

Kontribusi

Pendampingan diberikan kepada berbagai jenis usaha, di antaranya pabrik kerupuk, usaha mi ayam, warung sate, angkringan, kafe, serta berbagai UMKM kuliner lainnya. 

Selama proses pendampingan, mahasiswa juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah membangun kepercayaan pelaku usaha dalam melengkapi dokumen administrasi yang menjadi persyaratan pengajuan sertifikat halal, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan dokumen pendukung lainnya.

Tidak sedikit pelaku usaha yang pada awalnya merasa ragu untuk menyerahkan data pribadi sehingga mahasiswa harus memberikan penjelasan mengenai tujuan dan keamanan penggunaan dokumen tersebut.

Kepala UPT Halal Center UNU Yogyakarta, Fahmaninda Listiyani, mengatakan pendampingan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, program sertifikasi halal gratis yang difasilitasi pemerintah perlu didukung oleh pendamping yang memiliki kompetensi agar semakin banyak pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan dan memperoleh sertifikat halal.

“Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya mempercepat penguatan ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk UMK di pasar nasional,” tegasnya.

Melalui program ini, UNU Jogja tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional di bidang jaminan produk halal, tetapi juga mendorong mereka untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.