Gagasan
03 September, 2026 04:09 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 yang melintasi beberapa kabupaten dan direncanakan berakhir di Banyumas. Kegiatan tersebut ditargetkan rampung sebelum puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarcab yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (9/9/2026) di Banyumas.
ETK 2026 tidak sekadar menjadi perjalanan simbolis dari satu kwartir cabang ke kwartir cabang lainnya, namun digunakan oleh Gerakan Pramuka untuk menanamkan nilai kedisiplinan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ETK, yang diikuti 61 anggota Kwarcab Karanganyar, dimulai pada Selasa (1/9/2026) dari Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Sragen. Perjalanan ETK 2026 dimulai sesudah Bupati Sragen, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Sragen, Sigit Pamungkas, menyerahkan panji dan tunas kelapa kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato.
“Bagi kami, kedatangan ETK menjadi momentum untuk membawa kegiatan kepramukaan lebih dekat dengan masyarakat. Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada perjalanan rombongan pembawa panji, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” kata Kurniadi pada Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, rangkaian ETK di wilayah Kebakkramat diisi dengan kegiatan perkemahan. Gerakan Pramuka juga menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian santunan kepada 25 anak yatim. Santunan yang diberikan antara lain perlengkapan sekolah seperti seragam dan tas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan Hari Pramuka tidak hanya bersifat seremonial.
Kurniadi mengatakan ETK memiliki sejumlah tujuan, salah satunya mempertahankan tradisi kepramukaan sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Tujuan penyelenggaraan estafet Tunas Kelapa antara lain mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda agar memiliki karakter disiplin, rela berkorban, cinta Tanah Air dan bangsa,” katanya.
Membawa Misi
Menurut Kurniadi, kegiatan ETK sekaligus menjadi kesempatan untuk lebih mengenalkan Gerakan Pramuka kepada masyarakat di Karanganyar.
Sekitar 61 orang tergabung dalam rombongan ETK Kwarcab Karanganyar. Setelah menerima estafet dari Sragen, rombongan melanjutkan perjalanan menuju etape berikutnya di wilayah Nangsri, Kebakkramat.
Sepanjang perjalanan, rombongan mendapat sambutan dari para pelajar yang berdiri di tepi jalan. Mereka memberikan semangat ketika rombongan pembawa panji dan tunas kelapa melintas.
Dari Nangsri, rombongan dijadwalkan bergerak menuju Kampus II Institut Seni Indonesia (ISI) Solo di Mojosongo. Di lokasi tersebut akan dilakukan prosesi timbang terima ETK dari Kwarcab Karanganyar kepada Kwarcab Kota Surakarta pada sore hari.
Prosesi di Pertigaan Nangsri dijadwalkan berlangsung pukul 12.30 WIB hingga 13.00 WIB. Selanjutnya, serah terima kepada Kwarcab Kota Surakarta dijadwalkan pukul 15.00 WIB hingga 15.30 WIB.
Setelah diteruskan dari Karanganyar ke Kota Surakarta, ETK 2026 akan melanjutkan perjalanan melalui jalur antarkabupaten/kota menuju Banyumas. Dengan demikian, perjalanan tunas kelapa bukan hanya menjadi simbol perpindahan panji dari satu daerah ke daerah lain. Di sepanjang rute, kegiatan tersebut membawa misi yang lebih luas, yakni meneruskan semangat kepemimpinan, membangun karakter generasi muda, serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagikan