OREO Bagikan 270 Alat Belajar Seru ke 738 Siswa SD di Purworejo

09 Juni, 2026 00:44 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

08062026-Oreo Berbagi.jpg
Siswa-siswi sebuah SD di Purworejo mencoba memainkan salah satu alat belajar Seru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Bermitra dengan Indonesia Mengajar, program bertajuk “OREO Berbagi Seru” ini direalisasikan untuk mendukung visi Kemdikdasmen tentang “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Di Purworejo, Jawa Tengah, kegiatan ini menyasar 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas melalui pelatihan yang interaktif dan menarik. (EDUWARA/Dok. OREO)

Eduwara.com, PURWOREJO - Sebanyak 7.000 pelajar sekolah dasar di tujuh provinsi akan memperoleh berbagai alat belajar Seru yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan bermakna. Program yang berlangsung sejak April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada November 2026 tersebut merupakan bagian dari inisiatif “OREO Berbagi Seru”.

Berbagai alat belajar yang dibagikan dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Seluruh perangkat pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan belajar sambil bermain serta diselaraskan dengan kurikulum nasional yang menekankan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning), yakni meaningful, mindful, dan joyful learning.

Program ini direalisasikan untuk mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) tentang “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Bermitra dengan Indonesia Mengajar, kegiatan ini tidak hanya mendistribusikan alat belajar, tetapi juga menghadirkan pelatihan edukatif bagi guru, orang tua, dan komunitas.

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan program tersebut berangkat dari komitmen OREO untuk menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan.

“OREO meyakini pembelajaran yang menyenangkan dapat membantu anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensi,” kata Anggya, Senin (8/6/2026).

Wilayah Purworejo, Jawa Tengah, menjadi daerah keempat yang dikunjungi dalam rangkaian program pada 4-7 Juni 2026. Di wilayah ini, kegiatan menyasar 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas melalui pelatihan yang interaktif dan menarik.

“Sebanyak 270 alat belajar Seru yang diberikan menjangkau 738 siswa sekolah dasar di Purworejo,” lanjutnya.

Selain Purworejo, program serupa juga akan dilaksanakan di Lebak (Banten), Pangandaran (Jawa Barat), Gunungkidul (DIY), Tulang Bawang Barat (Lampung), Ogan Ilir (Sumatera Selatan), dan Langkat (Sumatera Utara).

Menurut Anggya, program tersebut sekaligus menjadi upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta membantu menjembatani kesenjangan akses pendidikan, termasuk di sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun daerah marginal.

“Melalui program ini kami ingin mendukung fokus pemerintah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan,” katanya.

Generasi SERU

Program OREO Berbagi Seru juga menjadi bagian dari upaya melahirkan Generasi SERU, yakni generasi yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menilai program tersebut sejalan dengan visi Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif) yang tengah digalakkan pemerintah daerah.

“Memajukan kualitas pendidikan memang menjadi tugas pemerintah. Namun tidak mungkin pendidikan bisa berjalan baik jika tidak melibatkan seluruh stakeholder. Semuanya punya tanggung jawab dan peran masing-masing,” tegasnya.

Yudhie menambahkan, program ini juga mendukung implementasi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah maupun di rumah. Ia mengapresiasi pemberian alat belajar seru karena sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan pentingnya suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak.

Sementara itu, Guru SDN Kalikotes, Barokah, mengaku merasakan dampak positif penggunaan alat belajar tersebut di kelas.

“Saat mempraktikkan alat-alat belajar seru, anak-anak belajar dengan wajah penuh semangat dan kegembiraan. Mereka tidak merasa sedang mengikuti pelajaran, tetapi justru menikmati setiap aktivitas yang diberikan,” ujarnya.

Menurut Barokah, program tersebut menjadi motivasi bagi para guru untuk terus menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Hal senada disampaikan perwakilan orang tua, Sinta Surondari. Ia menilai pelatihan yang diberikan membuka wawasan bahwa aktivitas bermain dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak.

“Tentunya ini jadi inspirasi yang akan saya bawa ke rumah untuk membantu anak terus giat belajar,” pungkasnya.