
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA – Bertepatan dengan masa libur sekolah, sebuah wahana wisata baru, yaitu Pony Park Klaten (POPA), yang mengusung konsep wisata berbasis edukasi satwa, akan dibuka pada 28 Juni 2026. Menghadirkan sebanyak 80 jenis satwa, Pony Park akan mengajak masyarakat mengenal lebih dekat tentang satwa dan menimbulkan rasa sayang pada satwa liar di manapun berada.
Terletak di Jalan Boko Randusari, Mojayan, Klaten Tengah, Jawa Tengah, Pony Park hanya berjarak waktu tempuh 5 menit dari Stasiun Klaten. Wahana wisata keluarga baru ini dihadirkan keluarga besar Agung Sulistomo. Agung dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan olahraga berkuda di Klaten dan pendiri tempat latihan berkuda de Christo Equine Park.
“Kehadiran Pony Park, yang bisa disebut sebagai mini zoo pertama di Jawa Tengah, merupakan mimpi saya dan keluarga, yang memang sejak kecil adalah pencinta hewan. Kehadiran Pony Park bertujuan mengenalkan lebih dekat dan menimbulkan rasa sayang pada satwa liar di manapun berada,” jelas Agung pada acara pengenalan ke awak media, Jumat (19/6/2026).
Sebagai destinasi wisata, Agung mengatakan, edukasi satwa Pony Park menghadirkan konsep pengalaman berinteraksi langsung dengan berbagai satwa unik seperti Kapibara, Alpaca, Meerkat, hingga kuda pony dalam satu kawasan rekreasi keluarga yang edukatif dan menyenangkan.
Selain menghadirkan lebih dari 80 spesies satwa, Pony Park menawarkan berbagai aktivitas seperti memberi makan hewan (feeding animal), melihat hewan lebih dekat (animal encounter), pertunjukan atraksi binatang (animal show), dan menungang kuda pony (Pony riding) yang dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Konsep ini menjadikan Pony Park bukan sekadar tempat melihat satwa, tetapi juga ruang belajar dan rekreasi yang menghadirkan pengalaman secara langsung. Pony Park merupakan destinasi wisata yang menggabungkan konsep Petting Zoo dan Mini Zoo.
“Pengunjung tidak hanya dapat melihat satwa dari kejauhan, tetapi juga berinteraksi secara langsung melalui berbagai aktivitas edukatif,” jelasnya.
Perizinan
Kehadiran Pony Park diharapkan menjadi pilihan wisata keluarga yang memberikan pengalaman belajar sekaligus hiburan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Berbeda dengan destinasi wisata satwa pada umumnya, Pony Park Klaten menghadirkan kuda poni sebagai ikon utama kawasan wisata.
Konsep petualangan yang diusung juga menjadi nilai tambah yang menjadikan Pony Park memiliki karakter tersendiri dibandingkan tempat wisata serupa.
Agung menerangkan Pony Park merupakan cita-cita lama dirinya usai mendapatkan izin penangkaran satwa burung asli Indonesia pada 2023. Setahun kemudian, tepatnya 2024, dia memperoleh izin menangkarkan hewan-hewan mamalia endemik Indonesia.
Keberhasilan menangkarkan hewan-hewan dengan tujuan tidak dijual belikan ini akhirnya membawa Agus untuk mengurus perizinan peragaan hewan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang saat ini sudah turun izinnya.
Dengan konsep interaktif, edukatif, dan ramah keluarga, menurut Agung, Pony Park sepenuhnya menghadirkan pengalaman belajar dan rekreasi dalam satu kawasan yang menyenangkan bagi seluruh keluarga.
“Prinsip kami kehadiran Pony Park merupakan satu langkah kecil untuk mendapatkan petualangan besar. Dari tempat kecil ini semoga kami bisa berkembang ke berbagai kota lainnya,” jelasnya
Terkait dengan tiket, Agus mengatakan untuk hari biasa nantinya setiap pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 35 ribu dan akhir pekan Rp 45 ribu. Sebagai promo, pengunjung akan mendapatkan kesempatan menonton pertunjukan atraksi hewan gratis dengan mengikuti akun media sosial Pony Park.