Perguruan Tinggi Bisa Berkontribusi untuk SDGs

02 Desember, 2021 05:00 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

SDGs.jpg
United Nations Development Program (UNDP) Project Associate for SDG Academy Indonesia Gusniar Nurdin dalam webinar bertajuk “Menggagas Sinergi Kampus dan CSO untuk Pencapaian SDGs di Tingkat Nasional” di Jakarta, Rabu (1/12/2021). ((EDUWARA/Bhakti Hariani))

Eduwara.com, JAKARTA – Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan bisa dilakukan Perguruan Tinggi melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi fasilitator dan katalisator keterlibatan publik, dialog dan aksi lintas sektor, advokasi masyarakat, meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan. 

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Dinyatakan dalam Resolusi Majelis Umum PBB No. A/RES/70/1. Indonesia telah mengadopsi program SDGs dalam Peraturan Presiden No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 

Manajer Pilar Pembangunan Sekretariat Nasional SDGs Rachman Kurniawan mengatakan, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah proaktif dalam melaksanakan kegiatan pendidikan yang berkaitan dengan SDGs. Di antara perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Gadjah Mada dengan penemuan GeNose yang dapat mendeteksi Covid-19 dan juga melalui kegiatan layanan komunitas mahasiswa dengan pembelajaran pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan Universitas Sumatera Utara (USU) telah melakukan pengabdian terkait SDGs sejak tahun 2018 hingga kini. 

“Selama tiga tahun terakhir, USU telah melakukan 936 kegiatan pengabdian masyarakat terkait SDGs dengan nilai sekitar Rp17,37 miliar,” ujar Rachman dalam webinar bertajuk “Menggagas Sinergi Kampus dan CSO untuk Pencapaian SDGs di Tingkat Nasional” di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Diungkap Rachman, SDGs menawarkan kerangka pelaksanaan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan serta memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal. Saat ini, lanjut dia, terdapat 11 PT yang memiliki Duta Kampus SDGs Indonesia yang memiliki berbagai program dan kegiatan.

“Laporan monev kegiatan Duta Kampus SDGs sangat menginspirasi dengan ciri khas masing-masing, harapannya kegiatan duta kampus SDGs dapat dikolaborasi dengan empat platform SDGs lainnya,” papar Rachman.

Pemuda Punya Peran

Sementara itu, United Nations Development Program (UNDP) Project Associate for SDG Academy Indonesia Gusniar Nurdin menuturkan, dalam andil peran serta SDGs, pemuda bisa berpartisipasi dan memegang peranan, tidak hanya sebagai penerima manfaat tapi juga sebagai aktor pelaku.

“Pemuda bisa berpartisipasi dalam penanganan agar tidak ada kelaparan, peningkatan edukasi. Mereka bisa menjadi pemikir andal, agen pembuat perubahan, penemu, komunikator dan juga menjadi pemimpin untuk aksi-aksi yang berkaitan dengan implementasi SDGs bagi masyarakat,” tutur Gusniar.

Saat ini berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik, terdapat 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia.  

“Sekitar satu dari empat penduduk Indonesia adalah pemuda. Ini membuktikan peran pemuda dapat maksimal dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia,” kata Gusniar. Bhakti