Pihak Sekolah Harus Cermat Isi Data dalam Seleksi Mahasiswa Baru PTN 2022

27 Desember, 2021 14:50 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Bunga NurSY

ilustrasi
Ilustrasi (istimewa)

Eduwara.com, JOGJA –Pengelola sekolah diminta lebih cermat dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS) dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PMB PTN) tahun ajaran 2022/2023.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo saat sosialisasi PMB PTN 2022 kepada 225 Kepala Sekolah SMA/SMK/MA  di seantero Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul, Senin (27/12/2021). 

Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). "Tahun ini kita masih menggunakan tiga tes masuk ke PTN, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan  Tinggi Negeri [SNMPTN], Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri [SBMPTN] dan seleksi Mandiri," kata Budi yang hadir secara daring. 

Dia menambahkan, masih-masing jalur ini memiliki kouta yang harus dilaksanakan PTN, perinciannya adalah SNMPTN sebesar 20 persen, SBMPTN (30 persen-40 persen), dan seleksi Mandiri (40 persen-50 persen) dari total mahasiswa yang akan diterima.

Untuk membantu para siswa, khususnya dalam tes SNMPTN, Budi meminta para guru memperhatikan betul prosedur pengisian PDSS. Data yang dimasukan haruslah lengkap dan sesuai dengan batas waktu penutupan agar siswa berpeluang besar masuk ke PTN unggulan. 

Demikian juga dengan pengisian pilihan program. Budi menyatakan masih banyak guru yang belum paham tentang aturannya. Sama seperti tahun lalu, calon mahasiswa maksimal bisa memilih dua program studi di satu PTN.

"Atau dua program studi di dua PTN, dengan catatan satu PTN yang dipilih berada dengan satu provinsi dengan sekolah menengahnya. Besok, Selasa (28/12/2021) kita akan meluncurkan mengenai kapasitas sekolah mengirimkan siswanya mengikuti SNMPTN," lanjut Budi. 

Budi selanjutnya mengakui bahwa dalam penyampaian nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) selama ini memang belum ideal, terutama selama dua tahun di tengah pandemi. Tahun ini pelaksanaan UTBK akan tetap mematuhi protokol kesehatan dan penyampaian penilaian pasca-SBMPTN.

Namun yang pasti, tahun ini Budi memastikan ada perubahaan materi ujian kepada calon mahasiswa yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS), Tes Kemampuan Akademik (TPA) dan Tes Bahasa Inggris.

"Jika sebelumnya tes hanya untuk mencari tahu mengenai seberapa jauh pemahaman calon mahasiswa, tahun depan tes bahasa Inggris dimaksudkan untuk melihat kemampuan Bahasa Inggris apakah sesuai dengan pelajaran yang didapatkan di sekolah," katanya. 

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Margana mengatakan sosialisasi dilakukan lebih awal agar guru dan siswa dapat mempersiapkan diri melanjutkan studi. 

"Kepala sekolah sebagai talang atur sosialisasi penerimaan mahasiswa, sehingga peserta didik dapat mempersiapkan lebih awal baik secara akademik maupun yang lainnya," ujarnya.

Margana berharap sosialisasi juga sebagai pemberi kesempatan kepada calon mahasiswa yang kurang beruntung karena faktor ekonomi. Dengan mempersiapkan diri lebih awal, peluang mereka melanjutkan studi dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ada. 

UNY sendiri tahun ini menyiapkan KIP dalam jumlah besar yaitu sebanyak 1.756. Tahun ini besaram KIP tidak dipukul rata namun disesuaikan dengan program studi yang dipilih. 

Masih sama seperti tahun lalu, pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN dan seleksi Mandiri di DIY mencangkup lima PTN yaitu Universitas Gadjah Mada, UNY, Universitas Pembangunan Nasional, Institut Seni Indonesia dan UIN Sunan Kalijaga.