Kampus
10 September, 2026 21:19 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar program pendampingan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital bagi empat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Ketulan, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.
Pelatihan yang digelar pada Minggu (6/9/2026), bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan mendasar terkait ketiadaan pencatatan keuangan usaha serta terbatasnya jangkauan pemasaran yang selama ini hanya mengandalkan aplikasi pesan.
Ketua Tim PkM UMBY, Endang Sri Utami, menjelaskan program pendampingan yang dirancang berjalan selama satu bulan ini berfokus pada penerapan pengetahuan praktis yang langsung menjawab kebutuhan mitra.
"Kami ingin pelatihan ini memberikan manfaat yang benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Pembukuan membantu mereka memahami kondisi usaha secara lebih terukur, sementara digital marketing dapat membuka peluang pasar yang lebih luas," kata Endang dalam rilis Kamis (10/9/2026).
Pendampingan kali ini menyasar empat unit usaha dari sektor yang beragam, yaitu Intan Laundry, Bolen "Nanum", Warung Makan Bu Ari, dan Warung Makan Bu Mandarsih. Dalam pelaksanaannya, tim PkM UMBY membagikan materi pelatihan menjadi dua fokus utama, yaitu Pencatatan Buku Kas Sederhana dan Digital Marketing.
Wawasan Baru
Anggota tim PkM UMBY, Ika Wulandari, memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan Buku Kas sederhana guna memisahkan keuangan pribadi dan modal usaha serta memantau arus kas harian.
"Melalui pembukuan sederhana, kami berharap peserta dapat mulai mengetahui berapa pendapatan, biaya, dan hasil usaha mereka sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih terarah," papar Ika.
Sedangkan materi Digital Marketing yang disampaikan anggota tim PkM UMBY, Shinta Devi Ristiani, difokuskan pada pemanfaatan media sosial, pembuatan konten produk yang menarik, hingga teknik membangun komunikasi interaktif dengan calon konsumen.
"Digital marketing tidak harus selalu dimulai dengan strategi yang rumit. Pelaku UMKM dapat memulainya dari hal-hal sederhana, seperti membuat konten produk yang menarik dan memanfaatkan media sosial secara konsisten," jelas Shinta.
Guna menunjang produktivitas dan operasional harian mitra, tim PkM UMBY juga menyerahkan hibah peralatan usaha berupa oven gas, kompor gas, setrika uap, dan magic com.
Nanda, salah satu pelaku UMKM peserta pelatihan, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat dibutuhkan dalam mengelola usahanya. Pelatihan ini membuatnya fokus pada produksi dan melayani pelanggan.
“Dari pelatihan ini kami jadi lebih memahami pentingnya pembukuan dan bagaimana memanfaatkan media digital untuk pemasaran. Materinya mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan," katanya.
Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM di Dusun Ketulan diharapkan dapat menerapkan manajemen keuangan terstruktur dan strategi pemasaran digital secara berkelanjutan, sehingga mampu berkembang lebih profesional dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.
Bagikan