PSBA UGM Jadikan SMP-SMA Kesatuan Bangsa Penerima Program SPAB

08 September, 2023 20:25 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

08092023-UGM penerima PSAB.png
Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) merintis program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bekerja sama dengan SMP dan SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. UGM)

Eduwara.com, JOGJA – Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) merintis program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bekerja sama dengan SMP dan SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.

Melalui program ini, PSBA UGM melakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terkait pengurangan risiko bencana, khususnya di Bantul, yaitu potensi gempa dan kebakaran di lingkungan sekolah.

Kepala PSBA UGM, Muhammad Anggri Setiawan, mengatakan pelatihan yang berlangsung pada Senin (4/9/2023) ini diikuti seluruh elemen warga SMP-SMA Kesatuan Bangsa, meliputi perwakilan dewan guru, staf, dan siswa.

"Ini merupakan bagian dari program hibah pengabdian kepada masyarakat berbasis pendidikan bagi pembangunan berkelanjutan 2023 yang dilaksanakan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM," kata Muhammad Anggri Setiawan di rilis Kamis (7/9/2023).

Dalam perintisan program ini, katanya, PSBA UGM bekerja sama dengan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) UGM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul.

"Kita semua berharap dengan program SPAB yang tengah dirintis ini dapat menghasilkan luaran yang lebih optimal dan komprehensif," katanya.

Anggri mengatakan ke depan program serupa diharapkan dapat dijalankan di satuan-satuan pendidikan lainnya mengingat eratnya kaitan antara pengurangan risiko bencana dengan pembangunan berkelanjutan.

Edukasi Warga Sekolah

Keterlibatan multipihak, lanjut Anggri, menjadi dasar terbentuknya mekanisme pentahelix untuk menunjang efektivitas dan efisiensi upaya pengurangan risiko bencana.

 "Ini merupakan salah satu wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat melalui inisiasi pendidikan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan," ucapnya.

Kepala Sekolah SMA Kesatuan Bangsa, Nur Wijayanto, menilai kegiatan pelatihan ini diperlukan untuk mengedukasi warga sekolah dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya yang dapat mengancam setiap saat.

"Kerja sama antar pihak dalam pengurangan risiko bencana di SMP-SMA Kesatuan Bangsa tidak berhenti pada tingkat pelatihan, namun dapat berlanjut pada kegiatan-kegiatan edukasi kebencanaan lainnya," jelasnya.

Kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh K5L UGM dan BPBD Kabupaten Bantul digelar dalam bentuk pemaparan dan praktik lapangan. Adapun pokok materi yang disampaikan meliputi teori dasar kebencanaan, potensi ancaman gempa bumi di wilayah Kabupaten Bantul, potensi ancaman kebakaran di lingkungan sekolah, tata cara penyelamatan dan evakuasi bencana gempa bumi, dan tata cara pemadaman api dan prosedur penggunaan alat pemadam.