Respons Perubahan Lanskap Pendidikan dan Profesi, UII Ubah FTSP Jadi FTDI

01 September, 2026 20:38 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

01092026-UII FTDI.jpg
UII Yogyakarta resmi mengubah FTSP menjadi FTDI. Menurut Rektor UII, Hari Purnomo, pembentukan identitas FTDI merupakan langkah strategis UII dalam merespons perubahan lanskap pendidikan dan profesi. Transformasi ini menjadi penanda FTDI menjadi pembuka babak baru pengembangan pendidikan teknik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA - Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta resmi mengubah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI). Transformasi ini menjadi penanda FTDI menjadi pembuka babak baru pengembangan pendidikan teknik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam rilis yang dikutip Selasa (1/9/2026), Dekan FTDI UII, Miftahul Fauziah, menyampaikan FTDI UII dibangun di atas fondasi, pengalaman, dan rekam jejak FTSP UII yang telah berkembang selama ini.

Identitas baru tersebut, lanjut Miftahul, tidak menghilangkan perjalanan sebelumnya, tetapi memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat relevansi fakultas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, profesi, dan kebutuhan masyarakat.

“FTDI UII bukan meninggalkan perjalanan FTSP UII, melainkan melanjutkan dan memperkuatnya. Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan tetap berkembang dengan identitas keilmuannya masing-masing, sekaligus semakin terhubung untuk menjawab persoalan infrastruktur, ruang, kota, dan lingkungan secara lebih utuh. Inilah semangat Engineer the Future, Sustain the World,” ungkapnya.

Ditegaskan Miftahul, transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nama atau identitas kelembagaan. Kehadiran FTDI mencerminkan komitmen UII untuk mengembangkan pendidikan yang mampu merespons perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan kompleksitas tantangan pembangunan.

“FTDI hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan teknik, kreativitas desain, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” katanya.

FTDI UII menaungi tiga program studi, yaitu Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan. Ketiganya memiliki kekuatan keilmuan masing-masing sekaligus keterkaitan yang erat dalam membangun infrastruktur, merancang ruang kehidupan, meningkatkan kualitas lingkungan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Melalui ekosistem FTDI, kolaborasi antardisiplin akan terus diperkuat tanpa menghilangkan identitas dan kekhasan setiap program studi.

Langkah Strategis

Miftahul memaparkan perubahan iklim, urbanisasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, transisi energi, konstruksi digital, dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh telah mengubah tuntutan terhadap pendidikan tinggi. Lulusan masa depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga perlu mampu berpikir kreatif, bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan manusia, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, FTDI diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia profesional, tetapi juga mampu menciptakan perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kerangka FTDI, teknik menjadi fondasi keilmuan untuk memahami persoalan secara sistematis serta menghasilkan solusi yang kuat, aman, dan dapat diterapkan. Desain menjadi proses yang menghubungkan fungsi, ruang, kreativitas, lingkungan, budaya, dan kebutuhan manusia. Sementara itu, inovasi menjadi kekuatan yang mengubah ilmu dan gagasan menjadi solusi baru yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Rektor UII, Hari Purnomo, menegaskan pembentukan identitas FTDI merupakan langkah strategis UII dalam merespons perubahan lanskap pendidikan dan profesi. Transformasi ini diharapkan memperkuat pendidikan lintas disiplin, pengembangan teknologi, kolaborasi dengan dunia industri, serta relevansi lulusan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

“Perubahan nama ini menegaskan cara pandang yang lebih integratif. Kompetensi teknik tetap menjadi fondasi, kemudian diperkaya dengan kemampuan desain, pemanfaatan teknologi, dan keberanian berinovasi. Melalui ekosistem tersebut, FTDI diharapkan melahirkan lulusan dan karya yang relevan secara global, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.

Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Waqaf UII, Allwar, memandang transformasi FTSP menjadi FTDI sebagai bagian dari amanah pendidikan UII untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Keunggulan akademik diharapkan berjalan beriringan dengan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

 FTDI UII diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi insan akademik yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat. Teknik, desain, dan inovasi harus berjalan bersama untuk melahirkan ikhtiar yang membawa kemaslahatan, memperkuat peradaban, dan menjaga keberlanjutan bumi,” tutupnya.