Sekolah Kita
23 Juni, 2026 20:35 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - SD Negeri Model Sleman sukses menggelar acara Pentas Karya bertajuk "Lentera Aksa: Satu Panggung Seribu Cerita" yang diselenggarakan di Aula Grha Garuda SD Negeri Model Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi para siswa untuk menampilkan bakat dan hasil pembelajaran mereka selama satu tahun ajaran.
Aula Grha Garuda SD Negeri Model Sleman pun mendadak riuh dan penuh warna. Sekolah unggulan ini resmi menggelar perhelatan tahunan akbar Pentas Karya SD Negeri Model Sleman Tahun Ajaran 2025/2026.
Bertajuk "Lentera Aksa, Satu Panggung Seribu Cerita" acara yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (23-24/6/2026) ini menjadi ruang apresiasi besar bagi kreativitas, bakat, dan hasil belajar siswa dari kelas 1 hingga kelas 5.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sleman, Mustadi, yang hadir langsung meninjau jalannya acara memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas para siswa. Menurutnya, bimbingan dan pendampingan yang tepat terbukti mampu memicu inovasi dan kreativitas anak-anak yang luar biasa sejak dini.
"Dari awal masuk kita sudah disuguhi karya-karya anak yang luar biasa dari kreativitas mereka. Mindset anak-anak ini dibentuk menjadi anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkarya," kata Mustadi disela acara.
Mustadi juga menggarisbawahi tentang struktur tingkatan level karya anak, dari yang sederhana seperti melukis di kelas rendah, hingga ekstrakurikuler tingkat tinggi seperti robotik. Ia berharap SD Negeri Model Sleman dapat terus mempertahankan ruhnya sebagai sekolah percontohan dan unggulan di Sleman.
"Harapannya ini menjadi institusi pendidikan yang unggul dan menjadi percontohan," ucapnya.
Tiga Kategori Utama
Kepala Sekolah sekaligus Penanggung Jawab Acara, Nurudin menjelaskan, Pentas Karya ini diikuti oleh sekitar 420 siswa dari kelas 1 sampai kelas 5. Ia merinci bahwa penampilan yang disuguhkan terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu kegiatan kokurikuler lintas materi, hasil pembelajaran harian di kelas, dan hasil pembelajaran ekstrakurikuler.
"Anak-anak menampilkan berbagai potensi, mulai dari penampilan tari, hasil karya maket dari kokurikuler. Hingga unjuk bakat dari ekstrakurikuler seperti melukis, robotik, sempoa, dan Model English Conversation (MICC) yang menampilkan hasilnya dalam bentuk buku," ucapnya.
Nurudin menjelaskan, acara ini ditujukan untuk memberi wadah kreativitas, sekaligus menunjukkan laporan hasil belajar riil anak kepada orang tua selama satu tahun ajaran penuh. Melalui tema yang diusung, juga diharapkan, mampu menunjukkan semua kreativitas anak dalam satu kegiatan yang juga menjadi penerang bagi anak dalam menampilkan kreativitas, serta menggali ilmu sebanyak-banyaknya.
Menariknya, kegiatan penutup tahun ajaran yang kembali digelar pada tahun ini, digerakkan hampir seluruhnya oleh orang tua atau walid murid. Bahkan, selain dari hasil pembelajaran, penampilan pada Pentas Karya ini memang ada khusus yang dipersiapkan untuk pentas.
"Dukungan orang tua di sini luar biasa. Panitia untuk acara ini 99 persen adalah orang tua wali murid. Jadi, mulai dari panitia utama hingga pencarian sponsorship murni digalang oleh wali murid," ujarnya.
Salah satu sponsor, Direktur Utama D1 Senopati, Dewanto P Siregar mengungkapkan apresiasinya, atas digelarnya Pentas Karya ini. Senada dengan Kadisdik Sleman, ia juga berharap, anak-anak menjadi pribadi yang kreatif, berbudi pekerti luhur, dan bisa berprestasi.
"Pemerintah Kabupaten Sleman, yang tadi diwakili oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan, cukup mengapresiasi dan meminta agar acara ini terus berkesinambungan setiap tahunnya," katanya.
Orang tua atau wali murid berharap, Pentas Karya ini bisa berkesinambungan dan digelar lebih meriah sehingga semakin menggali potensi, tidak hanya bagi siswa SD Negeri Model, tetapi juga masyarakat sekitar terutama dari sisi UMKM.
Lentera Aksa diibaratkan sebagai obor atau penerang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitasnya serta mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya.
"Luar biasa, SD Model istimewa. Tarian mereka, UMKM yang cukup banyak ini, luar biasa," paparnya.
Dewanto juga berharap agar ke depan, fasilitas pendukung, khususnya di area gedung sekolah, dapat terus diperhatikan dan diberdayakan untuk kegiatan-kegiatan kreatif.
Acara yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu (24/6/2026) ini menampilkan berbagai bakat siswa. Kemeriahan dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat dalam "Lentera Aksa" diharapkan mampu terus menjadi agenda berkelanjutan guna menginspirasi masa depan siswa.
Bagikan