Sebanyak 6.247 Mahasiswa UGM Diterjunkan ke 441 Desa di Indonesia

24 Juni, 2022 21:10 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

24062022-UGM KKN PPM.jpg
Sebanyak 6.247 mahasiswa UGM akan melaksanakan KKN-PPM di 441 desa di Indonesia selama 50 hari. Rektor UGM Ova Emilia melepas mahasiswa KKN-PPM dalam upacara yang digelar di halaman depan Balairung UGM, Jumat (24/6/2022). (EDUWARA/Dok. Humas UGM)

Eduwara.com, JOGJA - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Ova Emilia melepas 6.247 mahasiswa untuk mengabdi selama 50 hari di 441 desa di Indonesia. Ke-6.247 mahasiswa UGM tersebut akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Dalam pelepasan Jumat (24/6/2022) siang, Ova berharap sekembalinya dari KKN-PPM, para mahasiswa akan memiliki empati dan kepedulian pada masalah nyata di masyarakat.

"Selama 50 hari, terhitung dari 25 Juni sampai 13 Agustus 2022, mahasiswa UGM akan mengabdi dan bekerja bersama masyarakat di 28 provinsi, 85 kabupaten, 197 kecamatan dan 441 desa," kata Ova di halaman depan Balairung UGM.

Dikatakan Ova, sebagai mata kuliah wajib sejak 1979, program KKN-PPM UGM selama dua tahun pendemi kemarin dilaksanakan baik secara daring maupun luring terbatas. Tahun ini program dilaksanakan secara tatap muka penuh.

Ova mengatakan program kegiatan mahasiswa mengabdi di masyarakat sejalan dengan jati diri UGM sebagai universitas kerakyatan karena memiliki komitmen yang tinggi untuk mengabdi pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

"Banggalah kita bisa melestarikan sebuah proses pembelajaran menjadi unggulan dari UGM. Kita bangga program ini terus berevolusi," katanya.

Program KKN-PPM juga merupakan wujud komitmen UGM dalam mengimplementasikan Education for Sustainable Development (ESD) untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi agenda global hingga tahun 2030.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Irfan Dwidya Prijambada, melaporkan selama di lapangan, UGM bekerja sama dengan perguruan tinggi mitra di wilayah setempat seperti Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara, Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tangerang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Pada bagian lain, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade mengapresiasi UGM yang telah menempatkan sekitar 222 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Sumba Barat.

"Saya menyambut gembira karena dengan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa bisa disumbangkan lewat pengabdian pada masyarakat. KKN ini akan membantu masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  serta mencerdaskan masyarakat," ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa yang melaksanakan KKN dapat melakukan identifikasi masalah yang dihadapi dan terjadi di masyarakat sebagai bahan masukan dan rekomendasi pada pemerintah.