Setelah 60 Tahun, Alumnus YPAC Solo Berbagi Motivasi dengan Siswa

23 Agustus, 2022 01:09 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

22082022-YPAC Solo Alumni Berbagi Motivasi.jpg
Cecilia R Padang (dua dari kanan) menerima hadiah bunga hias dari salah seorang siswi SLB D YPAC Solo, Senin (22/8/2022). (EDUWARA/K. Setia Widodo)

Eduwara.com, SOLO – Lapangan Sekolah Luar Biasa (SLB) D dan D1 Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo penuh oleh para siswa pada Senin (22/8/2022) pagi. Tak hanya siswa, guru dan para orang tua siswa terlihat turut memadati. Bukan tanpa alasan, mereka sengaja berkumpul untuk menyambut salah seorang alumnus yang pernah mendiami tempat itu 60 tahun silam.

Adalah Cecilia R Padang, salah seorang alumnus yang sedang ditunggu oleh mereka. Dengan tepuk tangan yang berirama, siswa dan guru menyanyikan semacam yel-yel penyambutan. 

“Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan. Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama,” seru mereka.

Di depan para siswa, Cecilia bercerita bahwa 60 tahun lalu dirinya tinggal di YPAC Solo karena menyandang polio dan setahun kemudian kembali ke Sulawesi Utara. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan hingga menjadi dokter spesialis dan doktor.

Tak lupa dia juga mengingatkan kepada para siswa bahwa walaupun terdapat keterbatasan, tetapi tidak boleh patah semangat.

“Jadi adik-adik juga harus semangat. Walaupun ada kekurangan, ada keterbatasan, namun kita harus semangat, kita harus bisa. Kita harus berusaha, kita tunjukkan kepada dunia serta sekitar kita. Harus percaya diri dan bangkit. Jangan pikirkan keterbatasan kita, kita bisa seperti yang lain, bahkan lebih,” ungkap dia.

Para siswa terlihat antusias dan sesekali bertepuk tangan. Setelah Cecilia selesai, salah seorang siswa maju menemui dia untuk menyerahkan bunga hias. Bunga tersebut merupakan hasil kreatifitas dari para siswa YPAC Solo.

Menanggapi sambutan para siswa, Cecilia mengaku bahagia dan terharu. Dia tidak menyangka akan disambut dengan semangat oleh siswa.

“Sangat terharu dan bahagia. Saya tidak menyangka bisa begini. Dan saya terharu sekali melihat anak-anak. Mereka begitu bersemangat. Saya berharap, setelah ini mereka tambah bersemangat. Saya juga bisa berbuat sesuatu untuk mereka dan berbuat baik untuk orang lain,” kata dia kepada Eduwara.com, Senin (22/8/2022) di Ruang Kantor SLB D dan D1 YPAC Solo.

Menurut Cecilia, hal itu memang dia inginkan dari siswa-siswa SLB D dan D1 YPAC Solo. Mereka bersemangat dan dengan melihat salah satu contoh yang bisa membuktikan walaupun dengan segala keterbatasan, namun tidak menjadi rintangan untuk menggapai cita-cita.

Motivasi Terbesar

Cecilia menambahkan, motivasi terbesar yang dipegang adalah harus maju dan menjadi orang yang berguna. Selain itu, dia juga mengidolakan kakaknya yang juga seorang dokter di Surabaya.

“Sewaktu beliau masuk SMA Don Bosco, saya juga masuk di situ. Masuk Fakultas Kedokteran, saya juga ingin menjadi dokter seperti beliau. Kedua orang tua saya juga mengajarkan bahwa semua orang itu dilahirkan setelah sembilan bulan di kandungan. Jadi tidak ada yang berbeda, semua sama. Mereka juga selalu mengatakan bahwa, tidak ada orang yang tidak bisa. Dan itu yang membawa saya lebih maju,” tegas dia.

Lebih lanjut, Cecilia berpesan kepada para siswa supaya menerima keadaan dengan tidak menyalahkan kepada siapapun. Kemudian belajar untuk mandiri, menghormati orang lain yang menolong tanpa pamrih, dan belajar berterima kasih.

“Bersyukur kepada Tuhan, bahwa kita masih bisa hidup walaupun dengan segala keterbatasan. Apalagi di sini ada yayasan dan sekolah. Bayangkan kalau dulu tidak ada sekolah seperti ini, mau sekolah di mana. Jadi, saya berpesan, agar mereka harus menerima, mandiri, dan tetap bersyukur,” pesan dia. (K. Setia Widodo)