Siapkan Calon Paskibraka, Kota Yogyakarta Gelar Lomba Baris Berbaris

01 September, 2026 19:30 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

01092026-Yk Lomba baris berbaris.jpg
Salah satu peserta LBB 2026 Kota Yogyakarta tengah unjuk kebolehan di halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Pada tahun ini, sebanyak 3.515 pelajar Kota Yogyakarta, mulai dari tingkat SD/MI sampai SMA/SMK, yang terbagi dalam 85 peleton, berkompetisi dalam LBB 2026 yang berlangsung Selasa-Kamis (1-3/9/2026). (EDUWARA/Dok. Humas Pemkot Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 3.515 pelajar Kota Yogyakarta mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), berkompetisi dalam Lomba Baris Berbaris (LBB) 2026. Digelar di halaman Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, ajang LBB yang terbagi dalam 85 peleton ini berlangsung mulai Selasa-Kamis (1-3/9/2026).

Ke depan, LBB tidak hanya menjadikan peserta membawa nilai-nilai yang diperoleh selama perlombaan ke lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari, namun diharapkan sebagai pembekalan buat calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kota Yogyakarta.

Dibuka langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Hermawan, LBB yang menjadi agenda rutin tahunan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pendidikan kepemimpinan yang dikembangkan melalui program kepemudaan.

“Nilai-nilai seperti disiplin, kekompakan, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan kepemimpinan menjadi bagian penting dari proses yang dibangun melalui kegiatan tersebut,” kata Wawan Hermawan, Selasa (1/9/2026).

Tahun ini, pelibatan peserta dari jenjang SD/MI juga menjadi bagian dari pengembangan kaderisasi sejak dini. Pembinaan tidak hanya diarahkan kepada pelajar jenjang menengah, tetapi mulai diperkenalkan sejak pendidikan dasar.

Wawan berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta selama mengikuti LBB tidak berhenti ketika perlombaan berakhir. Kedisiplinan dan kekompakan yang ditempa melalui latihan diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah maupun dalam pergaulan.

“Baris-berbaris mengajarkan peserta untuk mendengar, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, serta menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi,” katanya.

Prinsip tersebut, menurut Wawan, juga menjadi gambaran kehidupan bermasyarakat. Kekompakan hanya dapat terbangun ketika setiap individu mampu menghargai aturan, mengendalikan diri, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Karena itu, Wawan meminta para peserta tidak menjadikan piala sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Sportif

Wawan juga mengingatkan peserta agar mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap sportif. Mereka yang menang diminta tidak merasa paling hebat, sedangkan yang belum berhasil meraih juara tidak perlu berlarut-larut dalam kekecewaan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan LBB tahun ini diikuti 85 peleton. Setiap peleton terdiri atas 39 peserta sehingga total peserta mencapai sekitar 3.515 pelajar.

“Setiap tahun, antusiasme peserta LBB dari sekolah-sekolah terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi daya tarik bagi sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta, dari tingkat SD sampai SMA/SMK,” ujarnya.

Agus pun menitipkan tiga pesan kepada seluruh peserta, yakni menjaga disiplin, menjunjung sportivitas, serta menunjukkan kekompakan dan jiwa kepemimpinan.

Selain menjadi ajang kompetisi, LBB Kota Yogyakarta juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan dan kaderisasi calon Paskibraka Kota Yogyakarta. Karena itu, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti latihan dan perlombaan diharapkan menjadi bekal pembentukan karakter kepemimpinan di masa mendatang.

“Yogyakarta membutuhkan generasi muda yang cerdas sekaligus berkarakter, generasi yang berani mengambil keputusan namun mempunyai unggah-ungguh,” pungkasnya.