SiberMu, Tandai Muhammadiyah Masuk Era Digital

06 Oktober, 2022 00:56 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

06102022-UMY Sibermu.jpg
Suasana peluncuran Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) oleh PP Muhammadiyah, Rabu (5/10/2022). SiberMu disebut menjadi penanda Muhammadiyah telah siap memasuki era digital. (EDUWARA/K. Setyono)

Eduwara.com, JOGJA – PP Muhammadiyah resmi meluncurkan Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Rabu (5/10/2022) setelah setahun mendapatkan izin. SiberMu disebut menjadi penanda Muhammadiyah telah siap memasuki era digital.

Dalam peluncuran di kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Rektor SiberMu Bambang Riyanto mengatakan peluncuran ini tepat setahun keluarnya izin operasional berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor: 430/E/O/2021 terbit 29 September 2022.

"SiberMu mendapatkan amanah untuk menjadi salah satu penanda abad ke-2 Muhammadiyah dalam bidang digitalisasi dakwah. Pendirian SiberMu mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat di seluruh wilayah tanah air," kata Bambang.

Tanggapan ini dibuktikan dengan jumlah peminat per 30 September 2022 mencapai 1.193 calon mahasiswa baru dari 34 provinsi di Indonesia. Pada milad pertama ini SiberMu menggunakan tagline beyond boundaries bermakna fleksibilitas operasional dan layanan SiberMu yang melintas batas menjadikan sekat-sekat dan keterbatasan tidak bermakna

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyah (PTMA) bermodus tunggal (PTS PJJ), SiberMu memiliki enam Prodi yaitu Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, Informatika, Sistem Informasi, dan Administrasi Kesehatan.

"Keenam prodi terkoordinasi dalam dua fakultas yaitu Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan dan Fakultas Bisnis dan Humaniora," lanjutnya.

Teknologi Immersive

Sepanjang tahun ajaran 2021-2022, Bambang menambahkan cukup banyak aktivitas akademik dan event-event Catur Dharma yang telah diselenggarakan. Kelengkapan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), Sister serta Sinta terus dilengkapi. Penjaminan Mutu Internal juga diupayakan untuk dilaksanakan secara disiplin dan konsisten.

"Kami bersungguh-sungguh secara kreatif dan inovatif mengembangkan metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi terkini," terangnya.

Selain terus menyempurnakan Learning Management System (LMS) serta dukungan aplikasi untuk pengelolaan layanan administrasi akademik dan kemahasiswaan, SiberMu juga mengembangkan layanan pembelajaran berbasis teknologi immersive: virtual reality (VR), augmented reality (AR) dan mixed reality (XR) .

Pemanfaatan teknologi immersive di SiberMu diawali dengan pembangunan kampus virtual seluas hampir 5 hektar berada dalam sebuah masterplan berkonsep Qibla motherboard.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan di saat banyak berbicara mengenai era revolusi 4.0 bahkan revolusi industri teknologi canggih, Muhammadiyah telah memulai kegiatan pendidikan tinggi lewat kampus SiberMu.

“Ini adalah instrumen untuk kemajuan dengan mengubah pola pikir masyarakat termasuk mahasiswa. Bahwa dunia maya yang selama ini dikenal penuh dengan permainan ternyata menyimpan potensi untuk membangun peradaban yang mampu melintasi batas dan menyatukan dunia baru," kata Haedar.

Dirinya juga menyebut keberadaan kampus SiberMu dari sisi biaya dikatakan jauh lebih murah dengan kurang Rp 2 juta per semester dan siapapun bisa menjadi mahasiswa.