Siswa SD Muhammadiyah Notoprajan Isi MPLS dengan Pungut Sampah

13 Juli, 2023 20:10 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

13072023-SDM Notoprajan mpls pungut sampah.png
Siswa-siswi SD Muhammadiyah Notoprajan Kota Yogyakarta mengisi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan kegiatan mengenal lingkungan sekolah lewat jalan sehat sambil memungut sampah. (EDUWARA/SD Muhammadiyah Notoprajan)

Eduwara.com, JOGJA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah Notoprajan Kota Yogyakarta pada hari keempat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diajak mengenal lingkungan sekolah lewat jalan sehat sambil memungut sampah.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Notoprajan, Asrofi Tiktana mengatakan digelar sejak Senin (10/7/2023), MPLS telah diisi dengan rangkaian acara yang menarik, edukatif dan menggali potensi siswa dalam penguatan karakter Islami.

"Sebagai sekolah Adiwiyata yang diemban SD Muhammadiyah Notoprajan, melalui kegiatan ini kami mengasah kepekaan lingkungan akan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama," jelas Asrofi Tiktana dalam rilis Kamis (13/7/2023).

Terbagi dalam dua jalur, para siswa tidak hanya diajari secara teori bahwa sampah menimbulkan bau, kotor dan menyumbat selokan yang akhirnya banjir, tetapi secara kongkrit dengan langsung memungut sampah yang mereka temui.

Dalam kegiatan yang dilakukan sejak jam masuk sekolah, setiap kelas membawa dua plastik sampah kategori putra-putri. Usai acara mereka mendapatkan materi pengenalan sampah dan cara pengelolaannya.

"Kami mengenalkan enam cara pengelolaan sampah yakni memilah sampah, reuse (gunakan kembali) barang yang masih berguna, mengurangi sampah, recycle (daur ulang), refuse (menolak produk sampah) dan terakhir menjadi anggota bank sampah," jelasnya.

Tak Ada Perpeloncoan

Acara jalan-jalan juga bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, RT/RW tempat sekolahnya berada.

"Kami berprinsip, sebagai rumah kedua harus dikenal baik. Warga sekolah harus kenal baik dengan tetangga kanan kiri depan belakang sekolah, serta fasilitas umum yang ada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Dalam pantauannya, Forum Pemantau Independen Pakta Integritas (Forpi) Kota Yogyakarta menilai pelaksanaan MPLS di Kota Yogyakarta selama tiga hari mulia Senin hingga Rabu berjalan lancar.

"Pelaksanaan MPLS tidak ada perpeloncoan apalagi kekerasan. Begitupun dengan tugas yang diberikan masih terbilang wajar, tidak ada yang memberatkan," anggota Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba.

Kegiatan MPLS lebih banyak diadakan di lingkungan sekolah, misalnya pemberian materi dari pihak kepolisian tentang kenakalan remaja, BNN Kota Yogyakarta terkait dengan narkoba serta dari kedokteran terkait gizi tentang kesehatan, mengonsumsi makanan atau jajanan di sekolah.