Teliti Pegerakan Air dengan Gravitasi Rendah, Mahasiswa UGM Berangkat ke Jerman

19 Oktober, 2026 18:41 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

19102026-UGM teliti air.jpg
Empat mahasiswa UGM, yaitu Alessander Aritonang, Rendy Dwi Nugraha, Idam Sholikhah dan Muhammad Riza Cetta Oegama, yang tergabung dalam Tim GMAT, terpilih mengikuti Fellowship Programme DropTES di Jerman pada November 2026 hingga Desember 2026. (EDUWARA/Dok. UGM)

Eduwara.com, JOGJA - Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) terpilih mengikuti Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES) di Jerman pada November 2026 hingga Desember 2026.

Penelitian mereka tentang kondisi gravitasi sangat rendah menarik penyelenggara United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) bersama Center of Applied Space Technology and Microgravity (ZARM), Universitas Bremen, Jerman.

Tim GMAT yang mengikuti program ini terdiri atas empat mahasiswa dari latar belakang keilmuan berbeda. Mereka adalah Alessander Aritonang dari Program Studi (Prodi) Teknik Nuklir sebagai Ketua Tim, Rendy Dwi Nugraha dari Prodi Teknik Pertanian, Idam Sholikhah dari Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, serta Muhammad Riza Cetta Oegama dari Prodi Fisika Teknik.

“Kami meneliti bagaimana air bergerak di antara butiran pasir silika ketika pasir tersebut diberi getaran dalam kondisi gravitasi yang sangat rendah. Eksperimen ini direncanakan berlangsung di Bremen Drop Tower, Jerman, pada Februari 2027,” kata anggota tim GMAT, Rendy Dwi Nugraha, Senin (19/10/2026).

Dengan judul “Experimental Investigation of Moisture Redistribution in Partially Saturated Granular Media under Mechanical Excitation in Microgravity”, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana air berpindah dan menyebar di antara butiran pasir ketika pasir diberi getaran dalam kondisi yang hampir tanpa gravitasi. Kondisi tersebut memungkinkan peneliti mempelajari pergerakan air tanpa pengaruh gravitasi seperti yang biasa terjadi di bumi.

“Kami melihat berbagai misi eksplorasi luar angkasa, termasuk program Artemis, yang berupaya mendukung eksplorasi di luar bumi. Dari sejumlah penelitian terdahulu, kami melihat masih ada aspek yang bisa dikembangkan melalui eksperimen mikrogravitasi. Kami ingin mengetahui bagaimana perilaku material tersebut ketika berada dalam kondisi yang berbeda dari gravitasi bumi,” ujar Rendy.

Dalam penelitian ini, tim GMAT menggunakan pasir silika untuk mempelajari bagaimana air bergerak di antara butiran pasir ketika mendapat getaran dalam kondisi mikrogravitasi atau kondisi dengan pengaruh gravitasi yang sangat rendah.

“Pasir silika kami pilih karena bisa merepresentasikan material seperti regolit yang ada di bulan dan Mars. Dari situ, kami ingin melihat bagaimana perubahan distribusi air ketika pasir mendapat getaran dalam kondisi mikrogravitasi,” ujar Rendy.

Alat Eksperimen

Rendy juga menceritakan bahwa tim GMAT merancang alat eksperimen berbentuk kotak yang terdiri atas tiga ruang. Masing-masing ruang diisi pasir silika dengan kadar kelembapan berbeda, yakni 5 persen, 10 persen, dan 15 persen. Selama eksperimen, perubahan pada pasir akan direkam menggunakan kamera berkecepatan tinggi. 

“Hasil rekaman tersebut nantinya digunakan untuk mengamati pergerakan air pada setiap sampel dan memahami perbedaan perilakunya ketika pengaruh gravitasi berkurang,” kata Rendy.

Eksperimen ini, lanjut Rendy, nantinya akan dilakukan di Bremen Drop Tower, Jerman, yang memungkinkan tim melakukan pengujian dalam kondisi mikrogravitasi. Tantangannya, seluruh komponen alat, mulai dari sistem pemberi getaran hingga kamera, harus bekerja secara bersamaan dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 9,3 detik.

Menurut Rendy, proses pengajuan proposal dimulai sekitar April 2026. Pada tahap awal, tim menyusun kerangka penelitian dan mengajukan gagasan eksperimen untuk dinilai oleh penyelenggara. Proposal tersebut kemudian mendapatkan masukan teknis yang perlu ditindaklanjuti sebelum diajukan kembali.

Setelah melalui proses revisi, tim kembali mengajukan proposal yang telah disempurnakan. Pada September 2026, GMAT memperoleh konfirmasi terpilih sebagai salah satu tim yang akan menyiapkan eksperimen untuk dilaksanakan di Jerman.

Sebagai mahasiswa Teknik Pertanian, Rendy menuturkan, bahwa keterlibatannya dalam tim GMAT berkaitan dengan ketertarikannya pada kemungkinan pengembangan pertanian di luar angkasa. Pengetahuan mengenai tanah, sumber daya lahan, dan air dapat digunakan untuk membantu menentukan variabel penelitian yang sesuai dengan tujuan eksperimen.

Saat ini, tim GMAT tengah mematangkan perangkat eksperimen dan mempersiapkan keberangkatan ke Jerman. Pengujian awal di UGM ditargetkan berlangsung pada akhir November2026 hingga Desember 2026 untuk memastikan alat berfungsi dengan baik dan memenuhi standar keselamatan.