Kampus
01 September, 2026 22:30 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA -- Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan komitmen penguatan ketahanan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta melaksanakan rangkaian program pendampingan dengan skema Mitra Kerja Sama Pemerintah (PbM-P) yang didanai melalui Hibah Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Yogyakarta Tahun Anggaran 2026.
Ketua Tim PkM UPN Veteran Yogyakarta, Adi Soeprapto, mengatakan program bertajuk "Pendampingan Perintisan Desa PRIMA sebagai Sinergi Pemberdayaan Perempuan melalui Optimalisasi Potensi Sumberdaya Lokal menuju Ketahanan Ekonomi Keluarga" ini dipusatkan di Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Anggota Tim PkM UPN Veteran Yogyakarta terdiri dari RR Susilastuti Dwi Nugrahajati, Didik Indarwanta dan Wahyu Hidayat, serta melibatkan tiga mahasiswa, yaitu Hilman Maulana Ardianto, Syarifatul Muaiminah, dan Nathania Chiquita.
Adi Soeprapto menyampaikan, program PkM dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan untuk menjawab kerentanan sosial-ekonomi perempuan di pedesaan.
“Melalui payung program Desa PRIMA (Perempuan Indonesia Maju dan Mandiri), perempuan desa didorong untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan bertransformasi menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi lokal,” kata Adi Soeprapto, ketika ditemui di kampus, Selasa (1/9/2026).
Rangkaian kegiatan meliputi Workshop Inisiasi dan Sosialisasi Kebijakan Desa PRIMA yang telah dilaksanakan bulan Juni yang lalu. Dalam kegiatan workshop, peserta diberi pemahaman kebijakan terkait dengan Desa Prima.
Workshop ini dihadiri oleh Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti, Pamong Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BP-Kal), kader perempuan, dan pelaku UMKM di Aula Kantor Kalurahan Sendangarum. Narasumber kegiatan dari Dinas P3AP2 DIY Rofiqoh Widiastuti dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Anik Widaryanti.
“Workshop ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai landasan hukum, teknis, serta tata cara pembentukan Desa PRIMA,” katanya.
Motor Penggerak
Adi Soeprapto menambahkan, setelah kegiatan workshop dilakukan kegiatan Fasilitasi Pembentukan dan Legalisasi Pengurus Desa PRIMA yang dilaksakan Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut tim PkM bersama Naresthi Primasari dari Dinas P3AP2 DIY memfasilitasi musyawarah pembentukan struktur organisasi pengurus.
Hasil sinergi ini resmi dilegalkan melalui Surat Keputusan (SK) Lurah Sendangarum Nomor 20 Tahun 2026 tentang Pembentukan Pengurus Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA "Arum Manis" Kalurahan Sendangarum Masa Bakti 2026–2031 yang diketuai Handayani. Lembaga ini menaungi divisi Produksi, Pemasaran, Informasi & Dokumentasi, serta Humas.
“Kemudian dilakukan pelatihan Manajemen dan Tata Kelola Kelembagaan. Kegiatan ini dilaksanakan 21 Agustus 2026. Pelatihan ini untuk menjamin keberlanjutan dan kemandirian organisasi,“ katanya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Widanarti dari Yayasan Daya Annisa. Fokus materi mencakup mekanisme tata kelola kelembagaan dan manajemen kelembagaan bagi Pengurus Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA "Arum Manis" Kalurahan Sendangarum.
“Kehadiran Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA 'Arum Manis' diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi perempuan di Sendangarum. Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal, kelompok ini dapat memperkokoh ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah dalam pengarusutamaan gender dan penanggulangan kemiskinan," katanya.
Lurah Sendangarum, Wiwik Retno Yulianti, yang selalu aktif mendampingi kegiatan PkM menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan komprehensif dari LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta, mulai dari tahap inisiasi, fasilitasi legalitas, hingga penguatan kompetensi para pengurus.
Bagikan