UI Jajaki Perluasan Kerja Sama dengan Coventry University

23 Mei, 2022 14:40 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Bunga NurSY

Rektor UI dan Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University, Prof. Richard Wells (2).jpg
Rektor UI Ari Kuncoro bersama Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University Richard Wells (UI)

Eduwara.com, DEPOK—Universitas Indonesia (UI) menjajaki perluasan kerja sama dan kolaborasi dengan Coventry University di bidang riset dan akademis. 

Pertemuan dihadiri Rektor UI Ari Kuncoro beserta jajaranya dan delegasi dari Coventry University adalah Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University Richard Wells dan jajarannya.

Rektor UI Ari Kuncoro memaparkan gambaran terkait program pendidikan yang ada di UI. Dalam skema internasional, UI memiliki banyak program belajar, antara lain degree program (program bergelar) yang meliputi sarjana dan pascasarjana, serta non-degree program (program tidak bergelar) berupa pertukaran pelajar selama 6–12 bulan bagi mahasiswa dari universitas mitra.

“Saat ini, UI memiliki 14 fakultas, 2 sekolah pascasarjana, dan 1 program vokasi yang dapat dipilih mahasiswa asing sesuai dengan bidang keilmuan yang diminati. Melalui kerja sama ini, kami juga akan melibatkan mahasiswa, peneliti, dan staf terbaik agar dapat berkolaborasi dalam berbagai riset dan inovasi,” ujar Ari.

UI berharap riset-riset yang saat ini dikembangkan tidak sekadar memberi manfaat akademis, tetapi juga bermanfaat secara global. Oleh karena itu, studi banding yang dilakukan peneliti UI bertujuan memperluas wawasan para peneliti agar hasil riset berdampak baik bagi masyarakat dunia. 

Untuk mendukung program internasional, yaitu G20, UI juga berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia pada tiga isu strategik global, yaitu kesehatan global, transisi energi, dan transformasi ekonomi digital demi dihasilkannya policy brief yang tepat.

Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University Richard Wells mengungkapkan, program-program yang dijalankan UI sejalan dengan tujuan Coventry University. Sebagai universitas yang relatif muda, tetapi merupakan yang paling fokus secara global di Inggris. 

Hal ini dibuktikan dari jumlah mahasiswa internasional yang menempati posisi tertinggi ketiga di Inggris. Richard menilai keberagaman ini adalah hal yang luar biasa karena berbagai budaya dapat berjalan selaras dan memberikan masukan yang kaya.

Saat ini, Coventry University memiliki cabang di beberapa negara, yaitu Brussels (Europe), Middle East (Dubai), Singapore, dan Africa (Kigali). Mereka juga akan membuka hub serupa di Beijing dan India. 

“Tujuan dari hub ini adalah memberi kita output dalam pengembangan hubungan antar-universitas. Selain hadir sebagai jalinan budaya antar-bangsa, kerja sama ini juga memungkinkan adanya manfaat dalam hubungan antar-institusi negara,” ujar Richard.

Kerja sama yang dibuka antara UI dan Coventry University diharapkan dapat memperluas pendidikan dan riset dunia. 

Saat ini, UI dan Coventry University sudah melakukan kerja sama di bidang akademik dan riset melalui program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA).