logo

Kampus

Kenalkan Mitigasi Gunung Api Dieng, Mahasiswa KKN UGM Sasar Siswa SD

Kenalkan Mitigasi Gunung Api Dieng, Mahasiswa KKN UGM Sasar Siswa SD
Tim Mahasiswa KKN Unit Batur UGM Yogyakarta melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana alam terkait dampak erupsi gunung api Dieng dan potensi energi panas bumi Dieng kepada siswa SD di di empat desa kecamatan Batur, yaitu Dieng Kulon, Karangtengah, Kepakisan dan Pekasiran. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul bibit-bibit cendekiawan asli Dieng yang mampu mengelola alam dengan kearifan lokal untuk kelangsungan dan kemajuan peradaban. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus30 Januari, 2024 21:28 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Tim Mahasiswa KKN Unit Batur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyasar siswa-siswi sekolah dasar (SD) untuk menyosialisasikan dan mengedukasi mitigasi bencana alam terkait dampak erupsi gunung api Dieng. Tak hanya itu, potensi-potensi energi panas bumi Dieng juga dikenalkan mereka.

Berlangsung dari 19 Desember 2023 dan bakal berakhir pada 5 Februari 2024, Ketua Tim Mahasiswa KKN Unit Batur, Reno Fauzan, mengatakan edukasi tentang potensi energi panas bumi dan edukasi tentang bahaya kegunungapian memang menyasar siswa-siswi sekolah dasar. Melalui gerakan ini, diharapkan akan terbangun generasi baru yang paham akan kondisi Dieng yang memiliki dua sisi, yaitu kekayaan potensi sumber daya alam dan potensi bencana.

“Kita mencanangkan, bukan tak mustahil, bahwa gerakan ini dapat mencetak bibit-bibit cendekiawan asli Dieng yang mampu mengelola alam dengan kearifan lokal untuk kelangsungan dan kemajuan peradaban,” kata Reno Fauzan, Selasa (30/1/2024).

Dengan karakter geologinya, Dieng dikenal kompleks gunung api kaya akan sumber daya alam seperti potensi wisata alam, tanah subur, air, energi panas bumi, mineral dan batuan, serta keanekaragaman hayati. Namun disisi lain, kawasan ini memiliki potensi bencana seperti erupsi freatik, keluaran gas, gempa bumi, longsor, dan banjir. 

“Bahkan belakangan ini kawasan Dieng telah mengalami berbagai persoalan lingkungan antara lain eksploitasi lahan pertanian, pendangkalan telaga, pariwisata massal, penumpukan sampah dan masalah kebersihan lainnya,” paparnya.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Pri Utami, selaku pendamping tim memaparkan tim ini terdiri dari 30 mahasiswa yang mengabdi di empat desa kecamatan Batur yaitu Dieng Kulon, Karangtengah, Kepakisan dan Pekasiran.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi program pengembangan ekowisata dalam rangka mendukung optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan mitigasi bencana alam di area panas bumi.

“Sejak diterjunkan hingga jelang penarikan kembali ke kampus, tim mahasiswa sudah melaksanakan program yang secara garis besar antara lain promosi ekowisata edukatif tentang geologi Dataran Tinggi Dieng, potensi energi panas bumi, dan peninggalan arkeologi, serta kesadaran akan potensi bencana,” kata Pri Utami.

Selain itu, mahasiswa juga ikut berupaya memberdayakan potensi UMKM dengan memberi pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, branding, strategi pemasaran, dan penggunaan teknologi informasi. Terkait edukasi tentang circular economy, dilakukan dengan memberi contoh pembuatan produk-produk yang bermanfaat dari material yang tidak termanfaatkan. 

Sedangkan untuk mendukung program penyuluhan  kesehatan masyarakat dan lingkungan, mahasiswa KKN ikut aktif membantu pelaksanaan vaksinasi, posyandu, pencegahan stunting, edukasi kesehatan anak hingga lansia.

“Termasuk ikut menganalisis kualitas air baku, membuat instalasi pemurnian air dan mendesain detektor CO2 di udara,” jelasnya.

Read Next