logo

Kampus

Mahasiswa Pendidikan Profesi Psikolog UMBY Diajak Kembangkan Sociopreneurship

Mahasiswa Pendidikan Profesi Psikolog UMBY Diajak Kembangkan Sociopreneurship
Sebanyak 50 mahasiswa Pendidikan Profesi Psikolog Angkatan 4 UMBY mengikuti ajang Innovation & Creation Week (ICW) Part 4 yang diinisiasi Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY, akhir Juli lalu. Mengusung tema ‘From Vision to Impact: Innovation and Creation for Sustainable Sociopreneurship’, ajang ini mengajak para mahasiswa mengembangkan semangat sociopreneurship (EDUWARA/Dok. UMBY)
Setyono, Kampus04 Agustus, 2026 20:18 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Sebanyak 50 mahasiswa Pendidikan Profesi Psikolog Angkatan 4 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) diajak mengembangkan semangat sociopreneurship yang berkelanjutan melalui ajang Innovation & Creation Week (ICW) Part 4.

Ajang ICW yang berlangsung pada akhir Juli lalu merupakan inisiasi Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY. Tahun ini, tema yang diusung adalah ‘From Vision to Impact: Innovation and Creation for Sustainable Sociopreneurship’

“ICW mengajak peserta memahami setiap perubahan besar selalu berawal dari visi, kepedulian, dan keberanian untuk memulai langkah kecil yang bermakna. Ini menjadi wadah ruang refleksi, inspirasi, dan kolaborasi bagi mahasiswa,” kata Dekan Fakultas Psikologi, Reni Yuniasanti, pada Selasa (4/8/2026).

Dibagi dalam 10 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 5 mahasiswa. Rangkaian ICW Part 4 terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pembukaan, talk show bersama pemateri pada sesi pertama, serta unjuk karya pada sesi kedua.

Dalam sesi talk show yang menjadi agenda utama kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk mendengarkan secara langsung perjalanan di balik lahirnya Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY. Materi ini disampaikan Reni, yang merupakan salah satu penggagas berdirinya laboratorium tersebut.

Dipaparkan Reni, konsep psychosociopreneur tidak lahir dari satu individu semata, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan berbagai diskusi, masukan dari berbagai pihak, serta penyesuaian dengan visi dan misi universitas.

"Kita membutuhkan lulusan yang tidak hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, mandiri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," paparnya.

Integritas dan Komitmen

Reni menekankan mahasiswa tidak perlu langsung berpikir untuk mengubah dunia. Perubahan besar dapat dimulai dari proses-proses sederhana yang dijalani dengan integritas dan komitmen penuh.

"Tidak perlu terburu-buru untuk mengubah dunia. Mulailah dari langkah kecil, jalani setiap proses dengan baik dan tepat. Dari sesuatu yang tampak sederhana, akan lahir dampak yang bermakna," tuturnya.

Semangat inilah yang kemudian menjadi landasan utama keberadaan Laboratorium Sociopreneur, yaitu membentuk mahasiswa psikologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, jiwa inovatif, serta kemampuan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ICW Part 4 juga menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk kembali memaknai proses belajar yang telah mereka jalani. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga pada bagaimana ilmu yang dimiliki dapat menjadi sarana pemberdayaan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketua panitia sekaligus Kepala Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY, Nanda Yunika Wulandari, mengemukakan ICW merupakan agenda rutin yang memberikan dampak nyata bagi para mahasiswa.

"Event ini adalah event rutin yang bertujuan mengakomodasi mahasiswa dalam mengaktualisasikan gagasan-gagasan yang dimiliki agar bermanfaat bagi masyarakat umum," paparnya.

Melalui penyelenggaraan Innovation & Creation Week Part 4 ini, Laboratorium Sociopreneur, Fakultas Psikologi UMBY berharap dapat terus menumbuhkan generasi muda yang mampu menerjemahkan visi menjadi aksi, serta mengubah berbagai gagasan dan inovasi menjadi dampak sosial yang berkelanjutan.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan niat baik, integritas, dan komitmen akan menjadi awal perubahan yang lebih besar bagi masyarakat.

"From Vision to Impact" bukan sekadar tema, melainkan ajakan bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan menciptakan kebermanfaatan melalui gerakan sociopreneurship yang berkelanjutan.

Read Next