logo

Kampus

Peringati Dies Natalis ke-35, MM FEB UGM Berkomitmen Cetak Pemimpin Bisnis yang Unggul dan Inovatif

Peringati Dies Natalis ke-35, MM FEB UGM Berkomitmen Cetak Pemimpin Bisnis yang Unggul dan Inovatif
Peringatan Dies Natalis ke-35 Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (MM FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (3/7/2023), ditandai dengan peluncuran dua buku: ‘Mencetak Pemimpin Bisnis’ dan Buku Kasus Manajemen perusahaan di Indonesia seri ke-9 yang berjudul ‘Business Beyond Boundaries: Internationalization Strategy, Processes, and Practices’. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus04 Juli, 2023 22:27 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Fakultas  Ekonomika dan Bisnis (MM FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada usia ke-35 terus meningkatkan komitmen untuk menghasilkan pemimpin bisnis yang unggul dan inovasi. 

Peringatan Dies Natalis ke-35, pada Senin (3/7/2023), ditandai dengan peluncuran dua buku, ‘Mencetak Pemimpin Bisnis’ dan Buku Kasus Manajemen perusahaan di Indonesia seri ke-9 yang berjudul ‘Business Beyond Boundaries: Internationalization Strategy, Processes, and Practices’. 

"Saat ini MM UGM berada pada peringkat 40 di Asia dan 201-250 di dunia dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) Global MBA Ranking 2023," jelas Dekan FEB UGM, Didi Achjari. 

Bahkan dalam hasil pemeringkatan tersebut, MM FEB UGM masuk dalam peringkat 72 dunia pada aspek Entrepreneurship and Alumni Outcome.

"Kami tentu berkeinginan MM FEB tetap mempertahankan kualitas dari sisi pengetahuan, mencetak pemimpin bisnis dan misi yang baru nurturing the future leader dan sustainability. Saya kira MM FEB bisa menjadi pionir," katanya.

Soal akreditasi internasional, Didi Achjari menekankan bahwa FEB UGM mampu mempertahankan akreditasi sekolah bisnis bergengsi di dunia tersebut dalam bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat. 

"AACSB harus tetap dipertahankan," ujarnya.

Seiring dengan perubahan teknologi dan sistem pembelajaran, Didi Achjari Prodi MM FEB UGM bisa menjadi pionir dalam menggunakan integrasi teknologi dan pedagogik yang baru di mana belajar tidak hanya melulu dalam kelas namun berbasis studi kasus.

 "Tidak melulu di kelas tapi pendekatan studi kasus dengan pelaksanaan luring dan daring dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan alumni," jelasnya.

Kolaborasi Prodi MBA

Ketua Prodi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, Amin Wibowo menambahkan apa yang dicapai oleh Prodi MM FEB UGM sekarang ini tidak lepas dari kontribusi para pendiri dan pengelola prodi sebelumnya. 

"Kami selaku kepengurusan Prodi MBA ingin terus berprestasi baik di tingkat nasional namun juga internasional karena prodi ini menjadi acuan dari Prodi MBA di seluruh Indonesia. Kita ingin terus berprestasi memenuhi harapan semua stakeholder," paparnya.

Amin menyebutkan saat ini Prodi MM FEB UGM sudah menjalin kerja sama dengan 42 prodi MBA di seluruh dunia yang berada di Eropa, Amerika, Asia hingga di lingkup Asia Tenggara.

"Kita sudah berkolaborasi dengan 42 prodi MBA di Jepang, Korea, Eropa, Asia dan negara-negara di ASEAN," katanya.

Jumlah kerja sama dengan prodi MBA ini, menurut Amin, meningkat dari sebelumnya yang hanya 38 hasil kerja sama dengan bentuk pembukaan joint degree dan dual degree, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa.

"Tentu saja menjadi kebanggaan kita sekarang ini, program ASEAN Master in Sustainability Management hasil kerja sama dengan pemerintah Norwegia dan AUN BE, di mana MM FEB UGM menjadi pelaksana program, sudah meluluskan lebih 20 mahasiswa yang ambil dual degree. Sekarang ini sudah memasuki tahap batch 2," jelasnya

Sementara Ketua Prodi MM FEB UGM Kampus Jakarta Tandelilin Eduardus,  mengatakan jumlah mahasiswa aktif Prodi MM FEB UGM ini sekitar lebih dari 2000 mahasiswa di mana 1900-an mahasiswa di Kampus Jakarta dan 900-an mahasiswa di kampus Yogyakarta.

"Sekitar 2000 lebih mahasiswa aktif di dua kampus," jelasnya.

Setiap tahun, Prodi MM FEB UGM Kampus Jakarta menerima calon mahasiswa baru yang dibagi menjadi tujuh kelas, di mana enam kelas yang diperuntukkan kepada mahasiswa yang sudah bekerja dan satu kelas reguler. 

Read Next