logo

Sekolah Kita

17 Siswanya Positif Covid-19, SMAN 2 Bantul Gelar Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan Ke Depan

17 Siswanya Positif Covid-19, SMAN 2 Bantul  Gelar Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan Ke Depan
17 Siswanya Positif Covid-19, SMAN 2 Bantul Gelar Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan Ke Depan (Eduwara/Setyono)
Setyono, Sekolah Kita03 Februari, 2022 15:24 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Pasca ditemukannya 17 siswa yang positif Covid-19, SMA Negeri 2 Bantul mulai Kamis (3/2/2022) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga sepekan kedepan. Pada Jumat-Sabtu (4/2/2022 - 5/2/2022) seluruh warga sekolah diwajibkan mengikuti tes usap yang digelar bersama Dinas Kesehatan Bantul.

Kepala Bidang Akademik SMAN 2 Bantul Suewartini mengatakan, siswa yang terpapar ini didapatkan dari hasil tracing swab yang dilakukan pada Senin (31/1/2022). Ini dilakukan karena pada Minggu malam (30/1/2022), guru mendapatkan laporan satu siswa kelas XII positif Covid-19. "Siswa ini terakhir kali masuk sekolah pada Kamis (27/1/2022). Kemudian berselang sehari kemudian dia mengeluhkan pusing, batuk dan tenggorokan sakit sehingga tidak masuk sekolah," jelasnya.

Berhubung orang tuanya berprofesi dokter, siswa ini kemudian dibawa untuk tes usap dan hasilnya positif. Dari informasi ini, sekolah melakukan tracing hasilnya 16 siswa dinyatakan positif dan langsung dirujuk ke RS Lapangan Khusus Covid-19 untuk diisolasi.

Suewartini mengatakan dari penelusuran oleh Satgas berdasarkan laporan dari orang tua, kemungkinan besar siswa ini terpapar saat dirinya mengikuti pembelajaran tambahan pada sebuah lembaga pendidikan swasta. "Siswa ini sehari-hari ini memang kegiatan dari sekolah langsung menuju ke tempat les. Sementara ini yang bisa kita simpulkan," lanjutnya.

Suewartini menyatakan kemungkinan besar pembelajaran kedepan, apapun hasil penelusuran besok, SMAN 2 Bantul akan menerapkan PTM 50 persen.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan untuk mengantisipasi penyebaran pihaknya mengambil kebijakan untuk SMA/SMK yang memiliki siswa diatas 200 diwajibkan memberlakukan PTM 50 persen. Kebijakan ini juga akan diterapkan pada SD-SMP se-DIY. "50 persen itu bukan bergantian antar hari. Siswa dibagi dalam shift pagi dan siang masuk masuk kelas. Jadi PTM tetap 100 persen dalam sehari namun jam masuknya berbeda," katanya Kadispora DIY Didik Wardaya.

Read Next