logo

Kampus

Angkat Isu Perawatan Lansia, FK UKDW Gelar International Summer Course 2026

Angkat Isu Perawatan Lansia, FK UKDW Gelar International Summer Course 2026
Para peserta International Summer Course 2026 dari lima perguruan tinggi, yaitu Utah Valley University, The Hong Kong Polytechnic University, USD, STIKes Panti Rapih Yogyakarta, dan FK UKDW, menyempatkan diri berfoto bersama. Kegiatan bertema Comprehensive Care in Geriatrics: An Interprofessional Approach yang diselenggarakan FK UKDW, pada Senin-Jumat (13-31/7/2026), merupakan komitmen dalam menghadirkan pendidikan kesehatan bertaraf internasional. (EDUWARA/Dok. UKDW)
Redaksi, Kampus08 Agustus, 2026 00:09 WIB

Eduwara.com, JOGJA -- Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesehatan bertaraf internasional melalui International Summer Course 2026 bertema Comprehensive Care in Geriatrics: An Interprofessional Approach.

Program yang berlangsung pada Senin-Jumat (13-31/7/2026) ini diikuti 54 mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yakni Utah Valley University (Amerika Serikat), The Hong Kong Polytechnic University, Universitas Sanata Dharma (USD), STIKes Panti Rapih Yogyakarta, dan FK UKDW. 

Program ini mengangkat isu perawatan lanjut usia (lansia) dengan tujuan membangun kompetensi kolaborasi antartenaga kesehatan sejak masa pendidikan. Peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu, meliputi kedokteran, keperawatan, farmasi, gizi, terapi okupasi, dan pekerja sosial. 

Melalui pembelajaran bersama, mereka diajak memahami peran setiap profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien. Pelaksanaan program juga didukung oleh Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, STIKes Panti Rapih Yogyakarta, dan STIKES Bethesda Yakkum.

Selama dua pekan pertama, peserta mengikuti pembelajaran daring melalui Microsoft Teams. Materi yang dipelajari mencakup proses penuaan, perubahan biologis dan psikososial pada lansia, sindrom geriatri, kolaborasi interprofesi, polifarmasi, penyakit kronis, gizi, sarkopenia, hingga perawatan paliatif. Setiap sesi diperkaya dengan diskusi kasus dan tugas mandiri sebagai bekal sebelum mengikuti praktik lapangan.

Pembelajaran kemudian berlanjut di Yogyakarta melalui berbagai kegiatan praktik yang menekankan kerja sama lintas profesi. Pada sesi Comprehensive Geriatric Assessment (CGA), peserta terlebih dahulu menyaksikan demonstrasi asesmen oleh fasilitator dari bidang terapi okupasi sebelum dibagi ke dalam enam kelompok interprofesi. 

Setiap kelompok melakukan asesmen komprehensif terhadap pasien simulasi menggunakan berbagai instrumen geriatri untuk menilai kondisi fisik, kognitif, psikologis, serta tingkat kemandirian lansia. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rencana perawatan secara kolaboratif.

Peserta International Summer Course 2026  menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui community visit ke rumah-rumah lansia di Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. UKDW)

Community Visit

Pengalaman belajar tidak berhenti di ruang kelas. Peserta juga menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui community visit ke rumah-rumah lansia di Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, mereka menilai kondisi medis, kemampuan fungsional, status kognitif, kondisi psikologis, status gizi, hingga lingkungan tempat tinggal lansia. Seluruh hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rencana perawatan yang berpusat pada kebutuhan pasien, sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya komunikasi dan kolaborasi antartenaga kesehatan dalam praktik pelayanan.

Selain memperkuat kompetensi akademik, International Summer Course 2026 juga menjadi wadah pertukaran budaya. Para peserta diajak mengenal kekayaan budaya Yogyakarta melalui kunjungan ke Tamansari, Museum Sonobudoyo, Museum Ku Gerabah, dan kawasan Malioboro. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga mempererat jejaring internasional di antara mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang profesi. 

Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat (31/7/2026) dengan presentasi laporan kasus dari enam kelompok interprofesi yang dilanjutkan diskusi bersama para dosen. Penutupan program dilakukan secara resmi oleh Rektor UKDW, Wiyatiningsih.

Dekan FK UKDW, The Maria Meiwati Widagdo, mengatakan pembelajaran interprofesi seperti International Summer Course menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami asesmen geriatri dari berbagai perspektif profesi kesehatan.

"Pembicaraan mengenai pentingnya kolaborasi interprofesi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. International Summer Course 2026 menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut," ujarnya.

Antusiasme juga disampaikan para peserta. Mereka mengaku rangkaian kegiatan yang diikuti tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai pelayanan geriatri serta tantangan perawatan lansia di Indonesia.

Sementara itu, Wiyatiningsih berharap kolaborasi internasional seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas. 

"Kolaborasi baik seperti ini kami harapkan dapat berjalan secara berkelanjutan karena dampak positifnya benar-benar dirasakan," tuturnya.

Melalui International Summer Course 2026, FK UKDW terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang mendorong kolaborasi lintas profesi dan jejaring internasional. Program ini menjadi bagian dari komitmen UKDW dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan meningkatnya populasi lansia, baik di Indonesia maupun di tingkat global. 

Read Next