logo

Kampus

Kecintaan pada Ternak Antarkan Nur Arifin Kuliah Gratis di Fapet UGM

Kecintaan pada Ternak Antarkan Nur Arifin Kuliah Gratis di Fapet UGM
Muhammad Nur Arifin dan sang ibu, Ngalimah, saat menerima kedatangan Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Yuny Erwanto dan Sekretaris Prodi S1 Fapet, Viagian Pastawan, yang berkunjung ke rumahnya, di Dusun Dayu, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul. Alumni SMAN 1 Bantul ini diterima di Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 non KIP Kuliah. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus10 Juli, 2026 00:10 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Meski sempat mengalami kesedihan karena kambing yang dipeliharannya mati, namun kecintaan Muhammad Nur Arifin pada dunia peternakan tidak memudar. Pemuda Dusun Dayu, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diterima di Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 non KIP Kuliah.

Arifin, yang lahir di Bantul pada 17 Juli 2006, mengaku tidak menyangka dapat diterima di Fapet UGM. Bahkan, saat proses pemilihan jurusan, beberapa guru sempat menyarankan dirinya untuk memilih program studi lain. Namun kecintaan Arifin terhadap dunia peternakan membuatnya mantap memilih Fapet UGM.

 “Sejak kecil, saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang,” ungkap Arifin yang merupakan lulusan SMAN 1 Bantul, Kamis (9/7/2026).

Ketertarikan tersebut semakin kuat karena Arifin bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler pada masa depan. Selain itu, ia juga memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan, yang menjadi salah satu alasan memilih Fapet UGM sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Menjelang perkuliahan dimulai, Arifin tidak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri. Sejak awal Juni hingga akhir Juli 2026, ia membantu kegiatan peternakan milik tetangganya yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm, Karanganyar. Dalam kesehariannya, Arifin bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang.

“Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni,” katanya.

Muhammad Nur Arifin. (EDUWARA/Dok. UGM)

Prestasi Nonakademik

Di bidang nonakademik, Arifin juga memiliki prestasi membanggakan. Ia pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat propinsi. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa selain memiliki minat pada peternakan, ia juga aktif mengembangkan kemampuan di bidang seni dan literasi.

Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Ayahnya, Karyana, yang bekerja sebagai tukang kayu, telah meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu. Sejak saat itu, ibunya, Ngalimah, menjadi sosok yang berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” tutur Ngalimah.

Di tengah berbagai keterbatasan, Arifin menunjukkan bahwa prestasi dapat diraih melalui ketekunan dan kedisiplinan belajar. Menurut sang ibu, putranya tidak pernah mengikuti les tambahan. Namun, ia dikenal sebagai anak yang fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah.

Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, yang berkunjung ke rumah Arifin bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Yuny Erwanto dan Sekretaris Prodi S1 Fapet, Viagian Pastawan, berharap Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti.

“Selamat mas, ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Budi.

Budi melihat keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Fapet UGM berkomitmen memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang dan menyelesaikan studinya secara optimal melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.

Read Next