logo

Kampus

Dibuka di UGM, Kesempatan Magang bagi 40 Ribu Mahasiswa

Dibuka di UGM, Kesempatan Magang bagi 40 Ribu Mahasiswa
MSIB Fair diselenggarakan dua hari di UGM Yogyakarta mulai Selasa (5/7/2022). Pada MSIB angkatan ketiga ini disediakan 36.203 lowongan di 128 perusahaan maupun instansi bagi 40.000 mahasiswa. (EDUWARA/Humas UGM)
Setyono, Kampus05 Juli, 2022 23:12 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan ketiga telah dibuka di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ajang ini menyediakan 36.203 lowongan di 128 perusahaan maupun instansi bagi 40.000 mahasiswa.

Bertajuk 'MSIB Fair: Road to Festival Kampus Merdeka,' ajang digelar selama dua hari yaitu Selasa (5/7/2022) sampai Rabu (6/7/2022) di Grha Sabha Pramana UGM.

Kepala Program MSIB, Tutus Kusuma, mengatakan dalam MSIB angkatan ke-3 ini pihaknya membuka 11.967 program magang dan 24.236 program studi independen. Lalu membuka 1.769 posisi magang dan 139 proyek studi independen.

"Nantinya akan ada 3.679 mentor dalam MSIB Angkatan ke-3 ini dan juga melibatkan 12 Kementerian/Lembaga, 9 BUMN, 7 yayasan dan 25 perusahaan mitra dari berbagai sektor antara lain perusahan teknologi serta startup," terangnya.

Mahasiswa dapat memilih program yang akan diikuti. Program magang, sebagian besar dilaksanakan secara luring dan didorong menerima mahasiswa lokal. Sementara studi independen dirancang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan prioritas pada skill teknologi digital.

"Tantangan saat ini, program MSIB dua angkatan trennya memang naik, tapi hanya berpusat di Pulau Jawa. Harapannya nanti bisa mengakomodasi mahasiswa di daerah Indonesia Timur dan Indonesia Utara,"ucapnya.

Kegiatan MSIB dapat diikuti mahasiswa program sarjana minimal semester lima serta mahasiswa vokasi yang minimal berada di semester 3 untuk program D2, semester empat untuk program D3, dan semester lima untuk program D4.

Program MBKM

Sebelumnya, Plt Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Kiki Yuliati, menyampaikan MSIB merupakan bagian dari program 'Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)'. Program bertujuan memberikan pengalaman belajar di luar kampus bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan memperkuat kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"MSIB memungkinkan dilaksanakan lintas prodi sehingga menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk bisa memberikan pengakuan kredit bagi mahasiswa yang mengikuti program tersebut," tuturnya.

Perguruan tinggi dituntut mampu bergerak cepat dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi yang sangat cepat. Perguruan tinggi diharapkan bisa melakukan berbagai transformasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif menghadapi situasi yang sangat dinamis.

"Program ini memberikan kemampuan, kompetensi, dan bekal bagi mahasiswa di kemudian hari. Karenanya kami tunggu partisipasi mahasiswa mengikuti program ini," katanya.

Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Supriyadi, menyampaikan program MSIB Fair diselenggarakan untuk mempererat hubungan antara UGM sebagai pelaksana Kampus Merdeka pada para mitra. Selain itu, sebagai ajang untuk menyosialisasikan program kepada mahasiswa.

"Dengan pelaksanaan MSIB Fair ini diharapkan nantinya para pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa dapat bertemu langsung dengan para mitra usaha sehingga bisa tune in memahami pentingya program ini. Kami yakin kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi perkembangan mahasiswa menjadi calon SDM bertalenta dan unggul di masa datang," ucapnya.

Read Next