logo

Kampus

IKAFITE USD Diskusikan Isu Kristenisasi dan Karya Sosial Kemanusiaan

IKAFITE USD Diskusikan Isu Kristenisasi dan Karya Sosial Kemanusiaan
Suasana Webinar IKAFITE USD yang digelar secara hybrid dari Studio FT Weda Bhakti Yogyakarta, pertengahan pekan kemarin. Isu kristenisasi dan karya sosial kemanusiaan menjadi topik bahasan utama. Isu tersebut menjadi persoalan yang berpotensi memengaruhi relasi antarumat beragama di Indonesia. Dalam situasi tertentu, prasangka tersebut bahkan dapat menjadi hambatan bagi karya sosial kemanusiaan yang ditujukan untuk membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. (EDUWARA/Dok. USD)
Setyono, Kampus13 September, 2026 21:10 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Isu kristenisasi masih menjadi salah satu persoalan yang berpotensi memengaruhi relasi antarumat beragama di Indonesia. Dalam situasi tertentu, prasangka tersebut bahkan dapat menjadi hambatan bagi karya sosial kemanusiaan yang ditujukan untuk membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Webinar Bulanan Ikatan Alumni Filsafat Teologi (IKAFITE) Universitas Sanata Dharma (USD) yang digelar secara hybrid dari Studio Fakultas Teologi Weda Bhakti Yogyakarta, pertengahan pekan kemarin.

Webinar menghadirkan dosen Fakultas Teologi (FT) USD, Martinus Joko Lelono, sebagai pembicara utama. Ia membahas isu kristenisasi berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan KARINA dan YAKKUM Emergency Unit, dua lembaga yang memiliki pengalaman dalam karya kemanusiaan dan tanggap bencana.

Dalam pemaparannya, Joko mengajak peserta tidak berhenti pada pertanyaan mengenai benar atau tidaknya tuduhan kristenisasi. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memahami mengapa prasangka tersebut dapat muncul dan bertahan dalam relasi antarumat beragama.

“Dalam konteks karya kemanusiaan, persoalan itu menjadi penting karena kecurigaan terhadap motif keagamaan dapat membuat masyarakat ragu menerima bantuan. Pada saat yang sama, prasangka tersebut juga berpotensi membatasi ruang gerak lembaga kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Martinus Joko Lelono, dikutip dari rilis, Minggu (13/9/2026).

Kompleksitas Hubungan

Pembahasan kemudian diarahkan pada bagaimana karya sosial kemanusiaan tetap dapat dilakukan secara tulus di tengah adanya prasangka. Terlebih, berbagai bencana terus terjadi dan korban membutuhkan bantuan secara cepat.

Solidaritas kemanusiaan, dalam konteks tersebut, tidak semestinya terhenti hanya karena perbedaan identitas agama. Dialog dan keterbukaan menjadi penting agar pelayanan kemanusiaan tidak dipahami melalui kacamata kecurigaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap martabat manusia.

Diskusi semakin diperdalam melalui tanggapan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), FX Bambang Kusuma Prihandono serta Moch Nur Ichwan, yang memberikan perspektif dari tradisi dan pengalaman intelektual Islam. 

Pertemuan ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa isu kristenisasi tidak dapat dibaca semata-mata sebagai persoalan internal umat Kristen atau Katolik. Isu tersebut perlu ditempatkan dalam konteks relasi sosial, sejarah, politik, serta dinamika kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.

Interaksi selama diskusi menunjukkan bahwa tema tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk dielaborasi. Pengalaman di lapangan memperlihatkan adanya kompleksitas hubungan antara pelayanan kemanusiaan, identitas keagamaan, dan persepsi masyarakat.

Webinar ini sekaligus menjadi titik awal untuk membuka kemungkinan penelitian lebih lanjut mengenai prasangka kristenisasi dan karya kemanusiaan. Pengalaman KARINA dan YAKKUM Emergency Unit dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana lembaga keagamaan dan kemanusiaan membangun kepercayaan masyarakat, mengelola prasangka, serta menciptakan ruang kerja sama lintas agama dalam situasi bencana.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Pusat Penelitian dan Pelatihan Teologi Kontekstual (P3TK) FT USD, FISIP UAJY, serta IKAFITE USD. Kerja sama lintas lembaga tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pembacaan yang lebih kritis dan dialogis terhadap berbagai persoalan aktual dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Read Next