logo

Kampus

INSTIPER Kirim 671 Mahasiswa Magang ke 79 Perusahaan di 18 Provinsi

INSTIPER Kirim 671 Mahasiswa Magang ke 79 Perusahaan di 18 Provinsi
Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang di 79 perusahaan yang tersebar di 18 provinsi, dalam upacara pelepasan yang digelar Kamis (30/7/2026). Program magang ini dirancang sebagai manifestasi kurikulum berdampak untuk menghasilkan lulusan INSTIPER yang siap kerja. (EDUWARA/Dok. INSTIPER)
Setyono, Kampus30 Juli, 2026 22:39 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Dirancang sebagai manifestasi kurikulum berdampak untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, tahun ini, Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang di 79 perusahaan yang tersebar di 18 provinsi, dalam upacara pelepasan yang digelar Kamis (30/7/2026).

Program magang, yang merupakan implementasi link and match antara dunia pendidikan (kampus) dengan dunia kerja (industri), berlangsung 4-6 bulan ke depan. Diharapkan, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri.

Ketua Panitia Magang INSTIPER, Maria Ulfah, mengatakan program magang tahun ini dibagi menjadi dua skema utama. Skema pertama adalah Magang Berseleksi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diikuti oleh 231 mahasiswa atau sejumlah 34,4 persen. Mereka lolos melalui proses kompetisi yang ketat pada Februari-Maret 2026.

“Skema kedua adalah Magang Reguler yang diikuti oleh 440 mahasiswa atau 65,6 persen melalui jalur mandiri maupun fasilitasi kampus yang diluncurkan pada April-Mei 2026,” katanya.

Dengan lokasi magang yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia, para mahasiswa akan ditempatkan 79 perusahaan mitra INSTIPER. Sektor industri kelapa sawit masih menjadi minat utama yang mendominasi pilihan mahasiswa, yaitu sebesar 85,25 persen atau sejumlah 572 mahasiswa tersebar di 52 perusahaan sawit terkemuka.

Kemudian, terdapat 14 perusahaan bergerak di bidang perkebunan non sawit (tebu, karet, teh, kopi, kakao), hortikultura dan pangan. Lantas 13 perusahaan di bidang kehutanan yang menjadi Lokasi magang mahasiswa.

“Dari sebaran lokasi magang mahasiswa tersebut menunjukkan INSTIPER layak disebut sebagai The best palm oil university,” jelas Maria.

Pengalaman Profesional

Provinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah terbanyak yang dituju peserta magang dengan jumlah 165 orang, Sumatera Utara sebanyak 117 orang, dan Kalimantan Barat sebanyak 105 orang. Keberagaman lokasi magang dapat berdampak nyata pada masyarakat lokasi magang.

Selama 4-6 bulan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas industri untuk mengembangkan kompetensi teknis, pengalaman profesional, serta kemampuan beradaptasi di dunia kerja. 

Rektor INSTIPER, Harsawardana, menegaskan program magang tidak hanya menjadi wadah pembelajaran di perusahaan, namun yang lebih penting adalah mahasiswa dapat mengenal dunia industri lebih awal sehingga mahasiswa menjadi lebih siap memasuki dunia usaha dan dunia industri setelah mereka menyelesaikan studinya.

"Magang di INSTIPER bukan hanya tentang belajar di perusahaan. Mahasiswa harus bersungguh-sungguh memanfaatkan kegiatan magang ini untuk belajar bekerja di perusahaan sehingga pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dapat meningkat. Hal ini menjadi nilai lebih bagi lulusan INSTIPER yang adaptif dan siap kerja," katanya.

Melalui magang ini, Harsawardana berharap kehadiran mahasiswa INSTIPER di 78 mitra industri akan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan di Indonesia. 

Read Next