logo

Kampus

Intip Can't Touch, Aplikasi Edukasi Prokes Karya Mahasiswa ITS

Intip Can't Touch, Aplikasi Edukasi Prokes Karya Mahasiswa ITS
Tampilan halaman utama dan minigame dalam aplikasi Can’t Touch. (ITS)
Bunga NurSY, Kampus30 November, 2021 09:54 WIB

Eduwara.com, SURABAYA— Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi permainan edukasi Bernama Can’t Touch untuk anak agar dapat mencegah penularan Covid-19.

Salah satu anggota Tim Abmas Power System Simulation Laboratory (PSSL) ITS Fachry Azca Haidar Fayumi menjelaskan bahwa aplikasi Can’t Touch ini diperuntukkan bagi siswa tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).

Aplikasi ini bertujuan sebagai sarana pembelajaran interaktif mengenai bahaya dari virus Covid-19. “Selain itu, terdapat juga cara menghindari penularan dan cara menjaga kesehatan diri, kehidupan new normal serta protokol kesehatan,” terangnya seperti dikutip dari siaran pers ITS, Senin (29/11/2021). 

Dalam mengembangkan aplikasi Can’t Touch, Tim Abmas menggandeng perusahaan teknologi TicTech Studio. Setelah melalui pengembangan selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya permainan ini telah tersedia di Google Play Store dan dapat diakses secara umum. 

Aplikasi permainan ini memiliki fitur mini games mengenai Covid-19, penilaian skor, serta mengunggah skor ke media sosial.

Fachry menuturkan bahwa permainan ini tidak memiliki batasan level, namun waktu tantangan akan semakin cepat seiring dengan meningkatnya level sehingga permainan menjadi terasa lebih sulit. Minigames yang ada juga disajikan berulang kali untuk menciptakan efek repetisi. 

“Dengan demikian, pemain diharapkan terbiasa dengan nilai yang ingin disampaikan pada minigames ini,” ungkapnya.

Tim binaan Dr. Ir. Ni Ketut Aryani, MT ini memilih SDN Medokan Ayu 2 Surabaya sebagai target sosialisasi. Fachry menyebutkan pemilihan tersebut berdasarkan pertimbangan lokasi yang dekat dengan kampus, belum ada program serupa di sekolah tersebut, serta kegiatan para guru berlangsung secara luring di sekolah. 

“Koordinasi dengan para guru lebih mudah sehingga meminimalisir adanya miskomunikasi,” jelas Fachry.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 150 peserta ini digelar secara daring pada Sabtu (11/9/2021). Tim yang beranggotakan lima belas orang mahasiswa ini berharap bahwa aplikasi ini mampu dikembangkan lagi menjadi lebih menarik serta dapat menjangkau anak-anak yang lebih luas. 

Read Next